Guruku yang kejam: cerita disekolah

Guruku yang kejam: cerita disekolah

Sadam adalah seorang siswa yang pandai disekolah. Sekarang sadam sudah menduduki kelas 3 sma dan sudah ada di semster akhir, artinya ujian tinggal beberapa hari lagi. Dengan berbekal kemauan menuntut ilmu, setiap hari harua menempuh 3 kilometer untuk sampai disekolah, dengan berjalan kaki.

Dalam sekolah, ada satu guru yang memandang sadam sebagai murid yang sok tau. Padahal sadam hanyalah ingin selalu mendapat ilmu walaupun sudah keluar dari materi yang diajarkan. Sebut saja dia guru muklis.

Selama disekolah, pak muklis selalu memberikan kesulitan pada sadam. Dengan cara membuat soal yang perbedaan tingkat kesulitaanya jauh dibanding murid lainnya. Kadang sadak dibentak karena pernah menyalahkan jawaban si guru, karena memang salah, hanya saja pak muklia mekang orangnya keras. Malah sadak harus menjqlani hukuman dengan diberikannya pekerjaan rumah sekian banyak.

Namun alhasil sadam selalu positif menghadapi semua itu. Dengan bekal tujuan untuk bisa menjadi siswa berprestasi dan mampu membanggakan orang tua, semuanya dilewati dengan kesabaran dan ietekunan. Akhirnya sampai juga ke tahap akhir, yaitu ujian akhir nasional.

Hari ujianpun datang. Semua siswa terlihat serentak datang dengan seragam dan alat tulis yang sama. Terlihat sosok sadam yang cerah dengan semangatnya yang kuat.  bunyi bel pun berbunyi dan ujian akhir telah dimulai.

Dalam 4 hari itu, sadam hanya bisa berusaha keras dan selebihnya Allah yang mengatur sesuai kehendaknya. Pak muklis, sebagai guru terkejam menurut majalah sadam hehe. Sempat berpikir bahwa ujian kali ini hanyalah soal soal sepele untuk sadam, karena semasa ia membasis sadam, soal soal tingkat mahasiswa pernah dia berikan sldan sadam pun bisa menyelesaikannya. Namun itu cuman anggapannya saja, selebihnya, pak muklis masih memandang sadam sebelah mata.

Hari pengumuman ujian akhir nasional. Hari dimana siswa bisa merasakan kesenangan yang luar biasa, juga bisa merasakan kepahitan yang sangat. Alhamdulillah, ketika melihat hasilnya sadam berada di lembar pengumuman kelulusan. Semua guru tersenyum bahagia melihat siswa siswa mereka yang sedang loncat loncat merasakan kebahagiaan.

Pada saat itu, pak muklis sedang berdiri didekat pohon rindang taman, tiba tiba sesosok anak muridnya alias sadam mendekati dengan penuh senyum. Dan berkata "Assalamualaikum,!!  Pak akhirnya saya bisa lulus juga, terima kasih atas semua kerja keras bapak membuat saya menjadi mesin mirip kalkulator". Sambil matanya berkaca.

Pak muklis, seketika langsung tersenyum, dan hanya hisa berkata " sama sama nak, ". Dan sadam pun langsung mengulurkan tangan dan mereka saling berjabat tanga. Setelah itu, sadam langsung permisi untuk pergi ke guru yang lain.

Baru berapa langkah sadam berjalan, terdengar suara pak muklis " sadam ",  kenapa pak? , " maaf ya ". Sadam pun langsung kaget dan berkata, doa saya selalu untuk bapak. Dan langsung meneruskan jalannya. Tanpa ada sadar pak muklis, terharu dan hampir meneteskan air mata. Dan hatinya mengambil kesimpulan bahwa, " selama uni saya sudah melatih manusia yang mau menjadi orang terlatih, dan sekarang dia sudah jadi". Pak sadam langsung bersyukur kepada Allah dan memohon maaf atas suara suara keras yang pernah dilontarkannya ke sadam.

Sampai saat ini, sadam selalu mengidolakan pak muklis sebagai guru terkejam namun terpandai dalam mengajarkan siswanya. Untuk pak muklis, dia sekarang sudah bisa netralkan dirinya, namun sikap tegasnya terhadap siswa yang memiliki niat tinggi untuk belajar tidak akan dia hilangkan.

Read more »
PENGARUH GURU TERHADAP PERKEMBANGAN NEGARA

PENGARUH GURU TERHADAP PERKEMBANGAN NEGARA

Dalam suatu negara sudah pasti memiliki sistem pemerintahan dan hukum yang harus dijalani oleh masyarakatnya. dengan semua itu maka akan terjadi kehidupan sosial yang memiliki batas agar tidak terjadi hal - hal yang tidak inginkan oleh negara itu sendiri. dibumi ini ada 196 negara dengan tingkat kemajuan yang berbeda beda. ada yang masih berkembang dan juga ada yang sudah maju.

Dari semua negara maju dan berkembang itu, ada beberapa negara yang masih sangat tertinggal. contohnya dibagian afrika,papua dan lainnya.  negara ini memiliki banyak faktor mengapa perkembangannya sangat lambat. dari faktor tersebut, pasti akan ada kata pendidikan. karena pendidikan merupakan point penting dalam perkembangan suatu negara.

PENGARUH GURU TERHADAP PERKEMBANGAN NEGARA

Guru adalah seorang pendidik yang mampu membawa anak didiknya kedalam ruang ilmu. dimana anak didik yang tadinya tidak mengetahui apa - apa akan menjadi orang yang bermanfaat bagi dunia melalui ilmu yang didapat dari pendidiknya.

Dengan pengertian umum tersebut, maka bisa dikatakan, peran guru terhadap hidup semua umat manusia didunia ini sangatlah penting. bukan cuma guru disekolah melainkan orang yang sudah memiliki pengalaman walaupun tidak sekolah bisa dianggap guru. yang penting bisa mengajarkan sesuatu hal yang bermanfaat terhadap anak didiknya. contoh : seorang petani yang sudah menekuni profesinya selama puluhan tahun. pasti dalam jangka yang panjang itu akan ada masalah dan pemecahannya yang sudah dia dapatkan. ketika anaknya lahir maka semua kesalahan yang sudah pernah ia lakukan, tidak mungkin akan dilakukan lagi oleh anaknya kalau sudah diberikan pengarahn terhadap masalah dan solusinya.

Memasuki dunia diera globalisasi ini, persaingan terus terjadi setiap detiknya. siapa yang lambat maka dia bisa saja kalah. siapa yang kurang berkualitas pasti dia akan dibawah, siapa yang lemah pasti dia kalah, siapa yang kecil pasti akan menoleh keatas.

Untuk menjadi suatu negara yang berkembangan dan sampai di tingkat negara maju. suatu kesalahan jika orang - orang yang berpengalaman didalamnya tidak diberikan wadah untuk menyalurkan ilmunya kepada kaum yang masih muda. disini peran sekolah adalah salah satu wadah untuk memberikan pelajaran terhadap siswa tentang bagaimana menghadapi dunia.

Tingkat pendidikan pada suatu negara memiliki beberapa tahap, dari mulai dasar sampai tingkat universitas yang anak didik didalamnya kerap disebut mahasiswa. semua tingkatan itu, memiliki pendidik didalamnya. pendidik itu difungsikan untuk melakukan usaha didik agar siswa dapat mengetahui sesuatu yang bermanfaat. semakin pintar dan berpengalaman pedidiknya atau gurunya maka akan semakin banyak ilmu yang bisa diberikan kepada siswanya. maka bibit bibit muda akan memiliki bekal yang instan atau sudah pernah dialami sebelumnya tanpa harus melakukan kesalahan untuk memecahkan masalah. 

Di negara maju, sudah pasti memiliki kapasitas guru - guru yang berkualitas. dan mereka memang sangat memanfaatkan seorang yang berpengalaman untuk menjadi pendidik pada suatu sekolah dan universitas. beda halnya dengan negara belum berkembang, disana selain kurangnya sekolah juga kekurangan orang berkualitas, jadi fungsi guru terabaikan. 

Contoh kasus :
Thomas Alva edison adalah seorang penemu Lampu dari amerika serikat. dia juga adalah seorang murid dari gurunya yang menguasai telegraph. maka diapun diajarkan tentang telegraph. ketika sudah menemukan lampu, maka pada jaman itu, amerika menjadikan penemuan bapak thomas ini sebagai sistem penerangan dinegara itu. maka amerikalah negara pertama yang mendapat penerangan lampu.

Dengan mengambil contoh diatas, maka dapat disimpulkan bahwa seorang guru juga terlahir tidak tau apa - apa dan pernah juga dijadikan anak didik oleh gurunya. dan juga ilmu dan pengalaman seorang guru bisa membuat siswanya lebih berprestasi darinya, hingga dapat menjadikan suatu negara menjadi berkembang sampai ketingkat maju.


Kesimpulannya :


Semakin berkualitas pendidik atau guru yang ada didalam suatu negara maka semakin baik pula bibit bibit yang akan melanjutkan perjuangan suatu negara. maka dari itu, simpanlah baik - baik dihati sobat semua, bahwa guru adalah hal terpenting dalam perkembangan apapun yang ada didunia. 

Pesan :

Hargailah Guru mu karena dialah yang memberimu jalan menghadapi dunia. balas kebaikan mereka dengan menjadi anak didik yang sukses dengan menurunkan ilmumu untuk anak didikmu nanti.

Read more »
SIKAP SADAR DIRI PADA GURU

SIKAP SADAR DIRI PADA GURU

Seorang pendidik hendaknya jangan melupakan bahwa ia Secara terus menerus diawasi oleh banyak mata yang mencari-cari kelemahannya. Dalam batas kemampuannya ia harus segera memihak pada sikap yang pasti dan benar. Untuk ini perlu ditingkatkan mutu pendidikannya. Di samping itu kita harus memperhatikan pula cacat Iahiriah yang menodai pribadi, martabat dan kedudukan yang dapat menimbulkan kebiasaan yang merugikan pada anak didik kita. Oleh karena itu kita harus dapat memberikan haI -hal yang baik dengan jalan menunjukkan cara-cara atau jalan-jalan yang pantas ditiru serta mengucapkan kata-kata yang bersifat mendidik.


Sebaiknya kita menghindari sikap-sikap tolol yang bisa menurunkan kewibawaan kita. Untuk ini seorang harus mempunyai perhatian terhadap segalanya. Pernyataan-pernyataan seperti: “Aku telah melihat semuanya” atau "Janganlah kau berbuat atas diriku” merupakan suatu tantangan bagi kaum muda, dan kalau mereka bereaksi maka menanglah mereka. Pada suatu waktu ada seorang ketua tata tertib berkata kepada anak didiknya dengan kejam: “Aku beri kesempatan selama lirna menit untuk taat”. Akibatnya anak didik yang berada di dalam kelas merasa senang dengan adanya sandiwara tersebut. Sang ketua tata tertib melihat anak didiknya dari detik ke detik lalu sesudah Iima menit ia berteriak gembira sambil pergi menuju pintu.

Kita dapat mengambil contoh-contoh cara untuk mengungkapkan diri yang tolol yang dapat menimbulkan turunnya kewibawaan. Ada seorang cendekiawan ulung yang mengajar matematika di sekolah St. Genoveffa. Pada suatu hari menginginkan suasana diam dan tenang kemudian ia keluar sambil berkata: "Aneh, justru aku buka mulut, justru ada seorang anak embisil yang berbicara!" Sedangkan Mac Mahon mahaguru obat-obatan di Paris mengatakan bahwa kita bisa mati karena penyakit tipus, atau kita bisa tetap hidup tetapi menjadi idiot. Sebab aku telah mengetahuinya, dan pernah mengalaminya. Seorang mahaguru yang lain pernah pula mengadakan suatu renungan dengan pertanyaan-pertanyaan yang tololn sebagai berikut: 

- "Barangkali aku ini bodoh?" 

- “Aku tak percaya, jawab anak didik seorang pelawak,

- "tetapi aku juga bisa keliru, lho!"

Kita sebagai seorang pendidik sebaiknya mengusahakan resultat yang baik bagi misi kita. Apabila seorang diserahi tugas untuk mendidik kaum muda cukuplah kalau ia tidak menjadi munafik dalam mencapai kesempurnaan. Anak didik-anak didik itu cepat atau lambat akan mengetahui cacat-cacat kita dengan tujuan untuk membenarkan cacat-cacat mereka sendiri. Jadi lebih baik kita merenungkan apa yang telah dikatakan oleh Jaures, yaitu ”jangan|ah mengajar berdasarkan apa yang kita ketahui, tetapi mengajartah dengan apa adanya!” Oleh karena itu kita hendaknya selalu mawas diri apa bila kita mau menyadarkan anak didik kita.

Sudah banyak guru atau pendidik yang terjebak dengan kondisi dimana mereka sudah dianggap remeh oleh siswanya. karena dari awal pertemuan, guru tersebut tidak dapat memberikan sikap berwibawa pada siswanya. 

Dalam jenjang pertumbuhan siswa apalagi di masa sekolah tingkat menengah atas, puber akan menyebabkan siswa bisa saja menjadi kurang ajar kepada gurunya.

" Ah, guru ini kayaknya lemah, kok saya ribut tidak ditegur"
" Guru ini baik, namun tidak konyol"
" Guru baru ini, polos dan bisa di permainkan."

Kalimat - kalimat isi hati para siswa ini hanya sebagian dari semua unsur sifat yang ada pada manusia. coba renungkan lagi, pengaruh sadar diri bahwa sebagai guru kita harus mampu menjadi orang yang memiliki pengalaman panjang dan akan memberikannya kepada anak didik kita. maka dengan duduk manis siswa akan mendengarkan semua yang kita katakan dan akan patuh. berusahalah menyelingi pelajaran dengan menceritakan pengalaman berharga dalam hidup untuk dijadikan pelajaran pada siswa.
Read more »
MEMBERIKAN KESADARAN PADA SISWA YANG BANDEL

MEMBERIKAN KESADARAN PADA SISWA YANG BANDEL

Menjadi seorang pendidik yang baik memang bukanlah pekerjaan yang mudah, karena butuh banyak kategori sikap dan sifat positif yang harus ada dalam diri kita. agar dapat menjadi contoh bagi orang - orang yang kita didik. salah satu masalah yang sering dihadapkan oleh guru adalah membuat siswa siswinya dapat menjadi anak yang sopan dan santun. namun semua, itu tak mudah ketika ada beberapa anak didik yang bandel dan tak mau mendengar nasehat apapun. 

Anak yang bandel atau kurang ajar terhadap gurunya memang selalu ada dimana - mana.  sekalipun anda pergi ke kota yang penuh kasih sayang, pasti akan terdapat di antara mereka beberapa sifat manusia bandel. sifat bandel ini biasanya dikarenakan kurangnya kasih sayang, atau kelebihan kasih sayang yang diberikan oleh orang tua mereka. ada juga anak yang bandel karena pikiran merekan sudah dimasuki oleh hal - hal yang dewasa namun negatif, seperti pertengkaran orang tuanya sampai rusaknya rumah tangga.

Berikut Tips Untuk Memberikan Kesadaran Pada Siswa Yang Bandel.


Mencoba melakukan pendekatan secara emosional ataupun secara lisan. dimana kita harus mengetahui terlebih dahulu apa yang membuat anak didik kita bisa bandel seperti itu. sekalipun mereka tak mau mendengarkan nasihat, tapi sebisa mungkin kita harus berusaha mengumpulkan data. dengan hasil ini, pasti kita bisa mengambil kesimpulan untuk mulai melakukan teknik nasihat yang baik agar mereka mau mendengar. 

Mencoba menjadi teman disaat susah maupun duka. - setiap manusia pastilah pernah mengalami kondisi hati yang gembira maupun susah. nah disaat seperti inilah kita bisa memasuki anak didik kita. berusahalah akrab dengan merekan dalam kondisi apapun, dalam arti sahabat selalu ada untuk mereka. jika anak didik sudah merasa ada yang bisa memberikan mereka kasih sayang, pastilah ada pikiran bolak balik untuk saling sayang menyayangi.

Memberikan hukuman sesuai jiwa mereka. jika siswa telah melakukan pelanggaran, cobalah memberikan hukuman yang bisa membangkitkan pikiran mereka, bukan malah menjatuhkannya. contoh seorang siswa yang senang bermain gitar, maka berikanlah hukuman menyanyi atau bermain musik lainnya. jadi, ketika siswa mendapat hukuman, mereka juga bisa sambil mengekspresikan kelebihan yang dimiliki, namun kondisinya berbeda. dan cara ini tetap bisa menghidupkan suasana, bukan mematikan suasana, dalam arti - siswa yang bersalah akan terlihat jatuh ketika dihukum didepan semua temannya.

Menyapa denga kasih sayang. Cobalah memberikan kesa terbaik pada siswa ketika bertemu. berikan senyuman atau teguran yang nonformal, seperti menegur kecantikan,kegagahan mereka. "agus, wah anak ku tambah gagah ya tiap hari". teguran seperti ini, akan menambah kesegaran pada otak mereka. karena setiap menusia memang senang di puji, apalagi denga kasih sayang. senakal - nakalnya manusia, merekan pasti butuh kasih sayang.

Menciptakan hubungan yang baik antar siswa satu dengan lainnya. dalam ruangan kelas guru akan dihadapkan kepada puluhan anak didik yang memiliki karakter berbeda - beda. dalam tahap ini, buatlah semua yang ada didalamnya merasa saling bersahabat. tak ada yang terucilkan. membentuk kelompok belajar pada tiap kelas, memang hal yang tidak bisa luput dari tata cara mengerjakan soal yang rumit di sekolah. tapi alangkah baiknya, kalau guru selalu mengacak anggota masing - masing kelompok.
Jangan biarkan anggota kelompok belajar tetap sama sampai beberapa kali. ini akan menyebabkan timbulnya sifat membeda- bedakan. dalam artian, jika mereka selalu berada di kelompok yang anggotanya tetap, maka akan terbentuk persahabatan yang tidak merata. jadi buatlah mereka selalu teracak, agar dapat mengenal lebih dalam antara siswa satu dengan yang lainnya. 
Read more »
CARA GURU MENYESUAIKAN DIRI DENGAN ANAK DIDIKNYA

CARA GURU MENYESUAIKAN DIRI DENGAN ANAK DIDIKNYA

Kita sebagai seorang pendidik harus bisa menghubungkan antara kemungkinan dengan realitas. Seorang pendidik tidak layak membayangkan bahwasemua anak didiknya seperti satu cap yang sama. Shakespeare mengucapkan kata-kata yang mendalam kepada orang yang selalu melancarkan nasihat - nasihat yang kurang praktis sebagai berikut: "Nasihatilah saya untuk menjadi orang seperti adanya." 

Perlu diketahui bahwa setiap anak didik tentu mempunyai kemungkinan-kemungkinan atau daya kemampuan yang baik dalam hidup pribadinya. Apabila kita menekan originalitas ini berarti kita telah meniadakan bakat dan keahliannya. Penghargaan yang diberikan kepada seseorang menuntut pihak pendidik untuk peka dan bijaksana.

Seorang tokoh yang bernama Gratry menceritakan seolah-olah ia pernah menghadapi bahaya: "Aku telah melihat orang-orang yang menaruh dengki pada orang Iain, dan mereka itu disingkirkan untuk selama-lamanya. Aku telah melihat pula orang-orang yang berjiwa keras dan bersifat keras kepala berusaha menggembieng orang lain menurut ukuran pribadinya. Kita harus bisa menarik kemungkinan-kemungkinan dari unsur-unsur tanggung jawab yang dipercayakan pada kita, tanpa terlebih dulu menggodok nya dengan garam yang sama. Selain itu kita harus mendidik berdasarkan perhitungan dan bukan berdasarkan sistem robot.

Seorang pendidik bukanlah seorang kusir yang mengambil penumpang dari suatu tempat pemberangkatan yang sama untuk membawanya pada suatu terminal yang sama dengan melalui jalan yang sama. Plato mengatakan sebagai berikut: "Harus sesuai dengan jiwanya sendiri-sendiri dan bukan dengan jiwa orang Iain." Oleh sebab itu kita hendaknyakmenghargai tiab-tiap kepribadian seperti yang telah dilakukan oleh Mercler.

Penyesuaian diri mengandung pengertian bahwa setiap grang harus berbuat untuk semua, demi menggali dan menilar segala kebaikan yang terpendam dalam diri setiap orang.

Penyesuaian diri itu akhirnya menuntut_para pendidik untuk menerima tradisi-tradisi di tempat praktek mereka. Kita gangan percaya prila bahwa adanya perubahan-perubahan akan membuat keadaan lebih baik. Sebenarnya kehadiran kita sudah mengandung arti, ditambah lagi dengan suatu upan yang mendalam dan tulus, ini sudah memberikan alasan untuk dapat mendirikan suatu tempat pendidikan.


Kita seyogyanya menyesuaikan diri dengan kebiasaan di tampat kerja, dan tidak begitu percaya bahwa semua akan berjaian lebih baik walaupun kita telah merombak jadwai jam kerja, buku-buku pegangan anak didik, tempat duduknya dan lain sebagainya. Oleh sebab itu kita harus bisa bersabar untuk dapat menyesuaikan diri dengan adat kebiasaan di tempat kita, kalau memungkinkan membongkar untuk membangun kembah.
Read more »
GURU HARUS BISA MENYESUAIKAN DIRI

GURU HARUS BISA MENYESUAIKAN DIRI

Kita sebagai seorang pendidik harus bisa menghubungkan antara kemungkinan dengan realitas. Seorang pendidik tidak layak membayangkan bahwasemua anak didiknya seperti satu cap yang sama. Shakespeare mengucapkan kata-kata yang mendalam kepada orang yang selalu melancarkan nasihat - nasihat yang kurang praktis sebagai berikut: "Nasihatilah saya untuk menjadi orang seperti adanya." 

Perlu diketahui bahwa setiap anak didik tentu mempunyai kemungkinan-kemungkinan atau daya kemampuan yang baik dalam hidup pribadinya. Apabila kita menekan originalitas ini berarti kita telah meniadakan bakat dan keahliannya. Penghargaan yang diberikan kepada seseorang menuntut pihak pendidik untuk peka dan bijaksana.
Seorang tokoh yang bernama Gratry menceritakan seolah-olah ia pernah menghadapi bahaya: "Aku telah melihat orang-orang yang menaruh dengki pada orang Iain, dan mereka itu disingkirkan untuk selama-lamanya. Aku telah melihat pula orang-orang yang berjiwa keras dan bersifat keras kepala berusaha menggembieng orang lain menurut ukuran pribadinya. Kita harus bisa menarik kemungkinan-kemungkinan dari unsur-unsur tanggung jawab yang dipercayakan pada kita, tanpa terlebih dulu menggodok nya dengan garam yang sama. Selain itu kita harus mendidik berdasarkan
perhitungan dan bukan berdasarkan sistem robot.
Seorang pendidik bukanlah seorang kusir yang mengambil penumpang dari suatu tempat pemberangkatan yang sama untuk membawanya pada suatu terminal yang sama dengan melalui jalan yang sama. Plato mengatakan sebagai berikut: "Harus sesuai dengan jiwanya sendiri-sendiri dan bukan dengan jiwa orang Iain." Oleh sebab itu kita hendaknyakmenghargai tiab-tiap kepribadian seperti yang telah dilakukan oleh Mercler.

Penyesuaian diri mengandung pengertian bahwa setiap orang harus berbuat untuk semua, demi menggali dan menilai segala kebaikan yang terpendam dalam diri setiap orang.

Penyesuaian diri itu akhirnya menuntut para pendidik untuk menerima tradisi-tradisi di tempat praktek mereka. Kita jangan percaya bahwa adanya perubahan-perubahan akan membuat keadaan lebih baik. Sebenarnya kehadiran kita sudah mengandung arti, ditambah lagi dengan suatu upan yang mendalam dan tulus, ini sudah memberikan alasan untuk dapat mendirikan suatu tempat pendidikan.

Kita sebaiknya menyesuaikan diri dengan kebiasaan di tampat kerja, dan tidak begitu percaya bahwa semua akan berjaian lebih baik walaupun kita telah merombak jadwai jam kerja, buku-buku pegangan anak didik, tempat duduknya dan lain sebagainya. Oleh sebab itu kita harus bisa bersabar untuk dapat menyesuaikan diri dengan adat kebiasaan di tempat kita, kalau memungkinkan membongkar untuk membangun kembah.

Contoh dalam persekolahan, ketika guru baru memulai mengajar. maka dia pertama - tama harus bisa mengenali sekolah itu. terutama pengenalan terhadap sifat-sifat orang yang akan selalu ada disekitarnya. kita bisa melakukan beberapa hal untuk lebih cepat akrab dengan lingkungan itu. seperti:
  • Mengikuti arisan yang biasa diadakan oleh guru - guru yang ada disekolah itu sendiri. dengan ini kita bisa lebih mengetahui mereka didalam maupun diluar sekolah. 
  • Seringlah bertanya, jika mendapat sesuatu yang tidak diketahui. apalagi seorang guru muda. maka harus sering meminta paduan terhadap guru yang senior. ini akan menimbulkan kesan bahwa kita orangnya mau di nasehati. namun tetap ada batasannya.
  • Berbasa-basi dengan sesama. humor, canda tawa, akan menghasilk chemistri bagi manusia. disini akan timbul juga rasa saling ingin menghibur.
  • Berbagilah jika memiliki sesuatu yang patut dicoba oleh orang lain. dengan ini orang akan beranggapan bahwa kita bukan hanya datang untuk satu tujuan, melainkan kita datang untuk beberapa tujuan yang didalamnya adalah saling berbagi. dengan ini, kecintaan orang akan timbul kepada diri anda.
Read more »
BELAJAR MENJADI GURU YANG SOPAN DALAM MENEGUR SISWANYA

BELAJAR MENJADI GURU YANG SOPAN DALAM MENEGUR SISWANYA

Menjatuhkan hukuman dan memberi teguran merupaka suatu seni yang cukup sulit. seorang pendidik yang berhasil memperbaiki anak didiknya, adalah seorang pendidik yang telah dapat menguasai dirinya sendiri. seorang pendidik harus tahu bagaimana menggocangkan tanpa memukul atau membangunkna tanpa merendahkan, ia harus mampu menimbulkan penghargaan dan bukan kebencin. dengan demikian berarti telah melahirkan anak didik yang sejati.

Georges dari bouhelier menulis tentang Barron Larrey, putera dokte Napoleon sebagai berikut. "ia bisa bertindak keras, tetapi ia tidak percaya bahwa hal tersebut akan berhasil tanpa disertai sikap sopan". lain halnya dengan Frranciscus dari Slaes yang mengatakan bahwa "ia bisa menolak dengan sangat sopan sehingga tolakan - tolakannya langsung dapat diterima seperti ijin - ijin yang diberikannya".
Guru muda bidang arsitektur

Apabila dalanm teguran, seorang pendidik berhasil merubah hati dan pikiran anak didik maka ia dapat di katakan sebagai seorang pendidik yang tak ada bandingnya.

Kita harus memperhatikan bagaimana cara membut suatu teguran. Eduard VIII menceritakan suatu anekdot tentang pengabdiannya di angkatan laut. Dikatakan bahwa ia harus berhenti dari tuganya atas perintah komandannya. Hal ini terjadi karena pangeran Wales secara skrupulus telah membuat suatu perhitungan terhadap pejabat tinggi ( setelah ia meneliti pekerjaan muridnya yang terkenal itu) yang rupanya tak dapat mengambil keputusan. 

Akhirnya beliau berkata " Sudihlah tuanku melepaska topi baretnya ?" setelah mentaati perintah tersebut, kadet muda itu menanyakan alasan dari perintah yang mendadak itu. Komandannya menjawab bahwa menurut perhitungan kapal kita telah masuk ke dalam Katedral Westminster.

Dari pada menolak kehendak yang baik atau menegur secara tajam dan tidak sopan, maka lebih baik berusaha menegur dengan cara yang simpatik da halus yang dapat membuat tertawa serta mendatangkan hasil yang baik. Tatkala Toscanini sedang memimpin latihan musik "Fidelium" karya Beethoven, ia harus mengulangi suatu bagian yang dilaksanakan kurang baik sampai empat kali. Oleh karena itu ia lalu berkata sambil tersenyum: "Tuan - tuan, saya mohon sudihlan menaruh perhatian. Beethoven yang termashur itu memang tuli, tetapi maafkanlah bahwa saya masih bisa mendengar!".

Ada beberapa pendidik yang kehilangan kepercayaan karena telah melancarkan teguran - teguran secara kontinyu dan pedis. hal ini sesuai dengan apa yang telah dikatakan oleh Doris Ines dalam "Don Govanni dari Bbyron" yang berbunyi " Di dalam setiap matanya terkandung suatu khotbah matiraga, dan pada setiap dahinya terkandung suatu khotbah hukuman!" beberapa pendidik rupanya mempunyai jarum dalam matanya, dan sangan senang mencari kekeliruan atau cacad dalam diri anak didiknya.

Untuk dapat mengambil sikap yang tepat, kita renungkan kata Theresia yang berbunyi : "Supaya teguran - teguran kita bisa berhasil diperlukan adanya suatu pengorbanan, dan hendaknya hal tersebut dijalankan tanpa adanya bayangan siksaan dalam hati.
Read more »
SOLIDARITAS GURU DALAM MENDIDIK

SOLIDARITAS GURU DALAM MENDIDIK

Kaberhasilan karya pendidikan itu sebagian besar tergantung pada karja sama yang baik antara orang tua dengan guru, dan antara pendidik sendiri. kita harus kerap kali memeriksa diri dalam hal keria sama, karja tim, ketulusan terhadap direksi, dan terhadap teman sekerja. Ada pepatah yang mangatakan hahwa kerukunan akan membuat kita hidup sentosa. kebersamaan adalah abadi, karena ujungnya manusia akan bersama-sama di Surga. bersatu kita teguh bercerai kita runtuh. Pepatah - pepatah itu, sudah ada sejak lama, namun masih banyak yang mengedepankan individualisme atau mengelompokkan diri pada hal yang terbatas. maka ini tidak bisa menjadikannya kuat. solidaritas adalah salah satu bentuk dalam kerjasama hidup, maka dari itu sesama manusia haruslah memiliki soliditas yang tinggi untuk mencapai tujuan bersama.

La Fontaine menulis sabagai berikut: “Satiap kokuatan akan rneniadi lamah apabila tidak dipersatukan." Kesatuan yang murni yang karap kali kita tariakkan dalam membina parsatuan tanah air, hendaknya kita tarapkan dalam pendidikan demi kasejahtaraan anak didik kita. Kita jangan bertindak sendiri-sendiri, melainkan kita harus barusaha mambentuk satu garis depan yang same. Selain itu kita hams manghindari sifat ambisi dengan teman sekerja sebab hal tarsabut bisa menimbulkan perpecahan yang meretakkan kewibawaan, dan menyebabkan anak didik dapat menarik manfaatnya dengan berrnacam-macam cara. Bagaimanapun kecilnya keretakan itu, anak didik tentu akan berusaha untuk menyebarilaskan dan menggerogotinya. Seandainya beberapa kasulitan timbul di antara kita maka harus menyelesaikannya di luar pengetahuan anak didik demi manjaga kewibawaan, dan kolektivitas.
Memang perasaan samacam itu jarang sekali kita punyai, kita tarlalu bersifat individualis, dan kerap kali berlaku separti orang yang saleh. Kiranya perlu adanya sikap solider dalam karya usaha umum, yang mampu menyingkirkan setiap kekacauan atau kecemburuan sahingga kita dapat ikut serta mengambil bagian dalam suka duka yang dialami direksi secara tulus dan jujur.

Hal tarsebut tidak berarti bahwa kita hrus menekan kapribadian kita untuk membiarkan dihisap oleh semangat totalitar yang sebenarnya merupakan sesuatu yang berlebih-lebihan jauh dari kolektivitas memang pendidikan merupakan suatu karya yang harmoni dan sehat, dan bukan merupakan suatu uniformitas seperti yang terdapat pada binatang. Pendidik yang tidak mau atau-tidak dapat menyesuaikan diri tidak enak untuk bergaul karana ia kurang dihargai baik oleh'anak didik maupun oleh pendidik yang lain. Didalam suatu buku pelajaran sejarah terdapat gambar sebuah medali buatan
bangsa Belanda yang digunakan untuk memperingati perjanjian damai dengan lnggris. Pada satu sisi tercantum tulisan yang mengesankan berbunyi “juncti valemus" yang artinya “bersatu kita sentosa”, sedangkan pada satu sisi yang lain tercantum dua gambar bejana tanah yang mengambang di laut dengan kata-kata “collidentes frangimur" yang artinya "bila kita saling membentur maka kita akan retak.” lnilah yang merupakan sejarah prestige dan kekuatan kita di hadapan anak didik.

Untuk ini G. Lamirand yang ditunjuk oleh panglima Petain untuk menjadi sekretaris jendral kaum muda berdoa sebagai berikut: "Tuhan, kita adalah pekerja-pekerja dalam satu lapangan yang sama. Usahakanlah agar tidak ada rintangan-rintangan di antara kita, juga bagi mereka yang harus mendayung kapal yang sama itu semoga saling mencintai dan saling tolong menolong."

Solidaritas juga dapat kita tingkatkan dalam suatu perlombaan. dalam perlombaan, pasti akan kita dapati beberapa orang yang mungkin kita belum megenalnya lebih jauh. pendekatan dengan saling membantu dalam perlombaan bola voly misalnya. ini akan menumbuhkan jiwa saling menjaga, agar persatuan tetap kokoh.

Dalam lingkungan sekolah, guru setiap hari bisa memberikan rasa solidaritasnya dengan beberapa hal. seperti, menggantikan jadwal pengajaran guru yang tidak bisa hadir karena sakit. membuat suatu rencana untuk membersihkan sekolah secara bersama-sama dalam rangka lomba kebersihan sekolah. rasa persatuan akan timbul disini.
Read more »
PENDIDIK HARUS MEMILIKI STABILITAS DAN OPTIMISME

PENDIDIK HARUS MEMILIKI STABILITAS DAN OPTIMISME

Stabilitas

Di tempat kerja kita perlu memperoleh suatu pengaruh dan prestige karena kita tidak menghendaki kerap kali berganti tempat, acara, materi pelajaran dan sebagainya. Lyautey merasa bangga setelah ia menyelesaikan karyanya di Marocco. Ia kemudian berkata “Aku telah berhasil karena aku tekun pada tujuanku.”

Banyak pendidik yang mudah goncang terhadap perubahan, misalnya begitu mereka. ditempatkan pada suatu tempat, begitu mereka memikirkan untuk melarikan diri. Maniac semacam itu bukan merupakan sifat eksklusif dari tugas seorang pendidik, tetapi hal tersebut bisa menghinggapi semuanya.Untuk memperoleh pengaruh maka seorang pendidik harus mengidentifikasikan diri dengan semangat atau suasana tempat kerja. Tujuannya untuk membentuk diri anak didik. Sebab “seekor burung yang terbang kian kemari tidak akan mencapai suatu penyelesaian.”

Dalam kasus perpindahan guru ke daerah terpencil, kadang sebagaian dari mereka mengeluh. mengapa tidak ada listrik, tidak adanya trasportasi dan lain lain. seharusnya sebagai pendidik, haruslah sadar, bahwa seperti itulah tujuan mereka. memberikan ilmu kepada manusia yang belum mengerti menjadi orang yang terdidik. bisa saja andalah yang menjadi acuan ketika daerah itu menjadi berkembang dan maju. ilmu andalah yang membawa putra - putri didaerah terpencil itu untuk membangun desanya menjadi kota yang maju. berkatalah dalam diri bahwa ini tujuan saya. ini adalah takdir dari profesi saya. setiap hari adalah hikmah untuk perjalanan hidup saya.


Optimisme

Seorang pendidik harus marniliki optimisme yang besar sebab bila tidak maka delusi-delusi itu akan berakhir dengan hilangnya semangatdan akan mencekik antusiasme dalam dirinya sendiri. Antusiasme merupakan syarat yang panting untuk mencapai sukses.
Mengajar ortografi, rnatematika, atau pun tata krama yang baik merupakan suatu tugas yang tidak menyenangkan. Apalagi kalau anak didik itu kabur pikirannya, mudah lupa, kurang memperhatikan, dan tidak tetap jiwanya bisa menyebabkan ia lelah dan gugup. Lebih-lebih lagi apabila ia menghadapi jam-jam pelajaran terakhir kemudian ditambah dengan delusi-delusi yang datangnya dari anak didik yang paling saleh, kurang pengertian dari pihak orang tua, juga dari direksi, dan ejekan dari teman-teman sekerja akan menyebabkan ia lekas rnarah, lekas menggeretak, gugup dan muram.

Kita harus-dapat mengatasi hal-hal tarsebut, dan menyadari bahwa setiap anak didik pasti mempunyai beberapa segi yang baik, yang merupakan kemungkinan untuk bisa diberi pengarahan. Dengan menyadari adanya kemampuan tersebut rnaka kita akan berhasil membimbingnya. Tugas-tugas yang paling tidak rnenyenangkan itu juga merupakan suatu bagian dari karya Tuhan. Alexander Dumas pernah berkata sebagai berikut: “Mengapa Rita Seal“ melihat apa vang tidak baik dan jelek di dunia ini?” 
Jawabnya:
“Karena kita kurang mernperhatikannya.”
Memang di dalam kehidupan sehari-hari orang yang tidak baik sering membuat gaduh, tetapi hal tersebut dapat segera diketahui, dan ini merupakan pukulan bagi kita. Hal inilah yang membedakan dengan orang yang saleh yang sikapnya tidak pernah mengganggu Untuk mempertahankan optimisme yang begitu berharga, kita jagan membiarkan diri dihipnotis oleh kekurangan, ketidakcakapan dan kurangnya keahlian anak didik, tetapi harus melihat segi - segi yang baik dalam diri anak didik. Suatu peribahasa mengatakan: "Apabila temanku buta salah satu matanya maka akan kujaga kebutaannya/' Fransiscus dari Sales rnengungkapkan optimisme sebagai berikut: Apabila seseorang menunjukkan sembilan puluh sernbilan segi yang tidak baik dan hanya satu segi yang baik maka aku memandangnya dari yang terakhir. Sedangkan seorang duta dari lnggris mendefinisikan pesirnisme sebagai berikut: "Seseorang yang rnernpunyai sebuah botol yang berisi minuman anggur hanya sampai setengahnya, tentu akan mengeluh karena setengahnya lagi kosong.

Oleh karena itu kita sebagai seorang pendidik harus dapat menerima pribadi manusia dan segala sesuatu dari segi yang baik, dan kita harus berbahagia pula karena segala hal itu ada segi kebaikannya.

Secara rnanusiawi optimisme itu merupakan tanda kearifan dan semangat serta tidak bersifat mengecilkan arti. Dewasa ini telah kita temukan jalan keluar dalam dunia pengobatan dan kesehatan yaitu yang dinamakan psychosomatis. lni merupakan cara pencegahan dan penyembuhan bebeapa penyakit dengan jalan menimbulkan optimisrne dalam diri si penderita. Dengan jalan inilah penyakit tersebut dapat terobati. Oleh karena itu kita bisa menerapkannya dalam hidup sehari-hari demi kebaikan anak didik kita dan demi kesehatan diri sendiri.

Satu lagi yang perlu anda ketahui bahwa optimisme adalah sehat. membantu kita untuk terus berpikir positif. kesehatan kita sangat tergantung dari sugesti kita untuk sehat dengan optimis terhadap hidup. seseorang kuat bukan cuma dari bentuk tubuhnya yang besar, melainkan pemikiran akan hidup berkepanjangan yang baik dan tertatarapi didalam otaknya.

Seekor hewan yang paling lambat didunia. memilki waktu yang lama untuk menaiki suatu pohon. namun sampai sekarang kita masih melihatnya dan belum punah. secara logika, hewan seperti inilah yang akan cepat punah karna akan lebih mudah dimangsa oleh pemangsanya. mengapa ? optimisme dirancang dalam tubuh mereka untuk selalu bertahan hidup dimanapun dan kapanpun itu.

Sementara itu pendidik adalah seorang yang memiliki akal sehat, dan akan mendidik pada muridnya. apakah optimisme sulit untuk dicapai ? kita bisa berpikir setiap detik. dan setiap detik bisa menghasilkan gaya hidup optimis. maka programlah otak untuk selalu optimis. buang jauh - jauh masalah yang menunda kebaikanmu. dalam hidup masih ada hal lain yang menunggu kita.

Dalam sekolah, guru biasanya mendapatkan siswa yang bandel dan susah untuk mengerti materi pelajaran. jangan abaikan hal kecil seperti ini, anak didik kita adalah seorang yang ilmunya lebih muda dari kita. berikan terus masukan, agar mereka juga bisa sampai. bawa mereka kedunia baru yang kita rangkai dengan keindahan ilmu pendidikan.
Read more »
KETEPATAN DALAM MENDIDIK ADALAH KUALITAS BERHARGA

KETEPATAN DALAM MENDIDIK ADALAH KUALITAS BERHARGA

Salah satu kualitas yang berharga dari pendidik adalah ketepatan. Berapa banyak kejahatan dapat kita bendung, dan kebaikan dapat kita lakukan apa-bila kita seialu berada di tempat pada waktu yang tepat. Baik di dalam kelas, di dalam studi maupun di dalam rekreasi dan sebagainya, kita harus mengambil sikap selalu berada di tempat tepat pada waktunya, sedapat mungkin sebelum para anak didik mendahuluinya. Hal ini kita maksudkan bukan demi penerimaannya melainkan demi pengumpulannya. Perhatikan baik-baik nuansanya wahai pendidik.

Cacat di dalam hal ketepatan merupakan suatu kesalahan besar. Tidak hanya waktu yang terbuang, melainkan juga ketidak aturan yang ditimbulkan-nya dan kegugupan yang diakibatkannya. dalam hal ini kita sudah terbiasa tidak menepati sesuatu janji ataupun sejenisnya. keterbiasaan adalah penyakit yang harus dihilangkah jika itu negatif bagi hidup kita.

Para guru disekolah, seharusnya datang lebih awal dari pada siswa. ini akan menunjukan bahwa prestasi hidup kita sudah pantas dicontoh oleh murid, karena sudah mengalami banya pengalaman, termasuk pernah sekolah seperti murid kita. ini akan membuat otak siswa terpacu dan mengambil tindakan yang lebih positif lagi dalam hal ketepatan.

Ada orang-orang yang memang dilahirkan untuk berwatak jam karet, yang mengakibatkan mereka tidak pernah berhasil mencapai ketepatan untuk se-umur hidupnya. Ada pula pendidik-pendidik yang memasuki ruang kerja justru menyebabkan anak didik bersenda gurau, melucu dan sebagainya. Dengan demikian ia sudah mulai kehilangan kewibawaan, dan dengan sen-dirinya pada awal pelajaran yang diberikan kesannya sudah kurang baik. Hal ini disebabkan karena kelalaian dalam sikapriya. Kemungkinan ia harus menghukum, padahal sebenarnya kesalahan terletak pada dirinya sendiri. Oleh sebab itu ketidaktepatan pada diri pendidik akan menimbulkan ke-tidakdisiplinan pendidik, dan mengundang para anak didik untuk bersikap lalai. Sebaliknya sikap ketepatan yang disertai rasa tanggung jawab akan menye-babkan sikap kedisiplinan. Ketepatan itu tidak hanya pada waktu memulai sesuatu pekerjaan, tetapi juga pada waktu mengakhiri sesuatu pekerjaan. Hal ini untuk menghindari su-paya kita tidak mencuri waktu orang lain. Suatu pekerjaan supaya dapat terlaksana dengan baik, harus dikerjakan pada waktunya.

Dengan adanya ketepatan bagi pendidik maka kita dapat menyusun jadwal kerja sedemikian rupa sehingga tugas-tugas dan kesempatan-kesempatan serta rencana-rencana kerja yang akan datang dipersiapkan dengan baik dan tepat dan akhirnya akan mendapatkan penghargaan yang memuaskan.
 Sekolah - sekolah yang ada, selalu memiliki program. guna meningkatkan kualitas belajar mengajar. ada halnya kita capek, dan tak bisa menyusun beberapa program secara tepat waktu. padahal waktu kita biasa terbuang sia sia dengan hanya berjalan-jalan bukan untuk istirahat. jadi ketika ingin bekerja untuk membuat laporan, sudah tak ada kekuatan lagi. cegahlah menyia-nyiakan waktu, karena tidak akan kita ketahui, apakah hari esok akan ada pekerjaan yang kaget - kagetan.

Dengan ketepatan akan menstimulir pendidik untuk mengembangkan program secara merryeluruh dan mengakhirina sesuai dengan waktu vang telah - sediakan. Kita jangan meng3mbil norma seorang pujangga yang berbunts. "Bait-bait yang terbaik adalah yang tidak pernah kita selesaikan!”.

Ketepatan juga mendorong pendidik agar melanjutkan tugas pada waktu telah ditetapkan, tanpa setiap kali melihat jam kita. Apakah jerih payah kita itu tidak segera berhasil dengan selalu melihatnya? Kita harus ingat bahwa betapa banyak hal yang baik dapat kita perbuat dengan aktu yang hilang itu. Ketepatan mernberi peluang kepada kita untuk memanfaatkan Semua sisa waktu yang ada. Telah dikatakan puia bahwa ketepatan adalah -sopan santun para raja atau bangsawan". Jadi merupakan keutamaan kerajaan yang harus kita peroleh sejak kecil yang merupakan sahabat dalam hidup.


Sebaiknya pendidik berusaha untuk tidak disebut "jam karet", meskipun hal tersebut dapat dimaafkan tetap saja dapat menimbulkan kerugian pada usaha pendidikan kita baik sekarang maupun pada masa ang akan datang. Oleh karena itu kita harus memulai, dan mengakhiri semua pekerjaan tepat pada waktunya. penilaian manusia memang kadang tidak keluar lewat mulutnya, namun biasa tersimpan didalam hati, dan ketika bertemu dengan sesamanya, maka mungkin kita akan dijadikan bahan cerita karena jam karet kita. apakah kita mau dijadikan seperti ini? alangkah baiknya, memperbaharui sikap telat kita secara perlahan-lahan. dengan memberikan sugesti pada diri, bahwa saya tidak akan terlambat lagi.

Daftar pustaka.
Drs. JVS. Tondowidjojo CM. 1991. Kunci Sukses Pendidikan.
Read more »
LANGKAH - LANGKAH AWAL MENJADI PENDIDIK YANG BAIK

LANGKAH - LANGKAH AWAL MENJADI PENDIDIK YANG BAIK

Sebagai seorang pendidik anda harus memperhatikan langkah - langkah awal agar memiliki dasar yang baik. Marilah kita memperhatikan kebijaksanaan bangsa - bangasa kuno. Mereka berpendapat dengan yakin bahwa Barang siapa memulai sesuatu dengan baik, berarti ia sudah setengah berhasil. Dalam bahasa latin kunodisebut "Principiis obsta" yang artinya "hendaknya kita memberanikan duru dalam menghadapi awal sesuatu karya usaha".


Kuliah - kuliah pertama, kata pertama, hukuman pertama serta kesadaran moral yang pertama kali dalam tahun ajaran baru sangat penting dan menentukan. Langkah - langkah pertama tersebut merupakan sesuatu tindakan yang baik tetapi konsekuensi yang harus di hadapi cukup berat. sudah seperti ini tantangan pendidik.

Kita dapat mengatakan bahwa kelas itu merupakan perputaran dua sifat, dua jiwa, dua kehidupan, yaitu antara kelompok anak didik dengan kelompok pendidik. Semua berada dalam satu kereta yang sama menuju suatu tujuan selama sembilan bulan. Keberangkatannya pada tiap -tiap kilometer yang pertama dapat mengalami kerusakan mesin, ini sudah menunjukkan seuatu gejala akan adanya kecelakaan.Oleh karena itu untuk selanjutya di usahakan agar perjalanan itu menjadi baik dan lancar. Semuanya dapat berjalan dengan lancar apabila langkah pertama itu sudahh menguntungkan.

Katakanlah, anak itu sangat mengesankan. Kesan pertama yang kita peroleh itu seakan - akan sudah menentukan kehidupannya. Oleh sebab itu hendaknya kita dapat mengikat hati dan pikirannya sejak pertemuan pertama pada permulaan pelajaran. Di hadapan anak didik kita tidak boleh bersikap sebagai pendaftar yang memanggil tawanan, ataupun seperti waktu penerimaan para pelayan. Hal tersebut jangan dibatasi pada suatu penyajian secara protokoler melainkan ubahlah segera dengan mengucapkan selamat datang secara kekeluargaan, dengan senyum yang bisa menimbulkan simpati serta yang menyejukkan hati.

Beberapa kota di Swiss, Jerma dan Italia, para guru atau pendidik setiap pagi menyusuri lorong - lorong untuk mencari anak - anak dan kemudian membawanya ke sekolah sambil menyuruh mereka menyanyikan lagu - lagu kuno dengan gembrira "permulaan yang penuh janji - janji yang membahagiakan". Dalam hal ini doa pada permulaan pelajaran, kuliah atau studi harus dapat mengarahkan seluruh suasana untuk menciptakan suatu keadaan yang menguntungkan serta dapat memberikan suatu sikap khusus bagi pengajaran dan anak didik.

Oleh karena itu kita sebaiknya menaruh p erhatian yang besar pada setiap langkah permulaan. Sikap pendidik yang tidak menaruh perhatianyang besar pada setiap langkah permulaan. Sikap tidak memperhatikan langkah atau tindak pertama merupakan sesuatu hal yang bisa merugikan, dan hal ini akan menentukan juga tindakan selanjutnya. Jadi sebisa mungkin sebagai pendidik memperhatikan setiap langkah permulaan dalam semua hal, meskipun hal tersebut merupakan soal yang kurang berarti. Dengandemikian akan memperoleh banyak kemungkinan bahkan akan mencapai hasil yang gemilang karena kita bertindak sesuai dengan motto yang di buat oleh seorang pujangga perancis "Plaideur" yang berbunyi "Apa yang kulakukan dengan baik merupakan permulaan dari setiap langkahku".
Read more »