SOLIDARITAS GURU DALAM MENDIDIK

SOLIDARITAS GURU DALAM MENDIDIK

Kaberhasilan karya pendidikan itu sebagian besar tergantung pada karja sama yang baik antara orang tua dengan guru, dan antara pendidik sendiri. kita harus kerap kali memeriksa diri dalam hal keria sama, karja tim, ketulusan terhadap direksi, dan terhadap teman sekerja. Ada pepatah yang mangatakan hahwa kerukunan akan membuat kita hidup sentosa. kebersamaan adalah abadi, karena ujungnya manusia akan bersama-sama di Surga. bersatu kita teguh bercerai kita runtuh. Pepatah - pepatah itu, sudah ada sejak lama, namun masih banyak yang mengedepankan individualisme atau mengelompokkan diri pada hal yang terbatas. maka ini tidak bisa menjadikannya kuat. solidaritas adalah salah satu bentuk dalam kerjasama hidup, maka dari itu sesama manusia haruslah memiliki soliditas yang tinggi untuk mencapai tujuan bersama.

La Fontaine menulis sabagai berikut: “Satiap kokuatan akan rneniadi lamah apabila tidak dipersatukan." Kesatuan yang murni yang karap kali kita tariakkan dalam membina parsatuan tanah air, hendaknya kita tarapkan dalam pendidikan demi kasejahtaraan anak didik kita. Kita jangan bertindak sendiri-sendiri, melainkan kita harus barusaha mambentuk satu garis depan yang same. Selain itu kita hams manghindari sifat ambisi dengan teman sekerja sebab hal tarsabut bisa menimbulkan perpecahan yang meretakkan kewibawaan, dan menyebabkan anak didik dapat menarik manfaatnya dengan berrnacam-macam cara. Bagaimanapun kecilnya keretakan itu, anak didik tentu akan berusaha untuk menyebarilaskan dan menggerogotinya. Seandainya beberapa kasulitan timbul di antara kita maka harus menyelesaikannya di luar pengetahuan anak didik demi manjaga kewibawaan, dan kolektivitas.
Memang perasaan samacam itu jarang sekali kita punyai, kita tarlalu bersifat individualis, dan kerap kali berlaku separti orang yang saleh. Kiranya perlu adanya sikap solider dalam karya usaha umum, yang mampu menyingkirkan setiap kekacauan atau kecemburuan sahingga kita dapat ikut serta mengambil bagian dalam suka duka yang dialami direksi secara tulus dan jujur.

Hal tarsebut tidak berarti bahwa kita hrus menekan kapribadian kita untuk membiarkan dihisap oleh semangat totalitar yang sebenarnya merupakan sesuatu yang berlebih-lebihan jauh dari kolektivitas memang pendidikan merupakan suatu karya yang harmoni dan sehat, dan bukan merupakan suatu uniformitas seperti yang terdapat pada binatang. Pendidik yang tidak mau atau-tidak dapat menyesuaikan diri tidak enak untuk bergaul karana ia kurang dihargai baik oleh'anak didik maupun oleh pendidik yang lain. Didalam suatu buku pelajaran sejarah terdapat gambar sebuah medali buatan
bangsa Belanda yang digunakan untuk memperingati perjanjian damai dengan lnggris. Pada satu sisi tercantum tulisan yang mengesankan berbunyi “juncti valemus" yang artinya “bersatu kita sentosa”, sedangkan pada satu sisi yang lain tercantum dua gambar bejana tanah yang mengambang di laut dengan kata-kata “collidentes frangimur" yang artinya "bila kita saling membentur maka kita akan retak.” lnilah yang merupakan sejarah prestige dan kekuatan kita di hadapan anak didik.

Untuk ini G. Lamirand yang ditunjuk oleh panglima Petain untuk menjadi sekretaris jendral kaum muda berdoa sebagai berikut: "Tuhan, kita adalah pekerja-pekerja dalam satu lapangan yang sama. Usahakanlah agar tidak ada rintangan-rintangan di antara kita, juga bagi mereka yang harus mendayung kapal yang sama itu semoga saling mencintai dan saling tolong menolong."

Solidaritas juga dapat kita tingkatkan dalam suatu perlombaan. dalam perlombaan, pasti akan kita dapati beberapa orang yang mungkin kita belum megenalnya lebih jauh. pendekatan dengan saling membantu dalam perlombaan bola voly misalnya. ini akan menumbuhkan jiwa saling menjaga, agar persatuan tetap kokoh.

Dalam lingkungan sekolah, guru setiap hari bisa memberikan rasa solidaritasnya dengan beberapa hal. seperti, menggantikan jadwal pengajaran guru yang tidak bisa hadir karena sakit. membuat suatu rencana untuk membersihkan sekolah secara bersama-sama dalam rangka lomba kebersihan sekolah. rasa persatuan akan timbul disini.
Read more »
PENDIDIK HARUS MEMILIKI STABILITAS DAN OPTIMISME

PENDIDIK HARUS MEMILIKI STABILITAS DAN OPTIMISME

Stabilitas

Di tempat kerja kita perlu memperoleh suatu pengaruh dan prestige karena kita tidak menghendaki kerap kali berganti tempat, acara, materi pelajaran dan sebagainya. Lyautey merasa bangga setelah ia menyelesaikan karyanya di Marocco. Ia kemudian berkata “Aku telah berhasil karena aku tekun pada tujuanku.”

Banyak pendidik yang mudah goncang terhadap perubahan, misalnya begitu mereka. ditempatkan pada suatu tempat, begitu mereka memikirkan untuk melarikan diri. Maniac semacam itu bukan merupakan sifat eksklusif dari tugas seorang pendidik, tetapi hal tersebut bisa menghinggapi semuanya.Untuk memperoleh pengaruh maka seorang pendidik harus mengidentifikasikan diri dengan semangat atau suasana tempat kerja. Tujuannya untuk membentuk diri anak didik. Sebab “seekor burung yang terbang kian kemari tidak akan mencapai suatu penyelesaian.”

Dalam kasus perpindahan guru ke daerah terpencil, kadang sebagaian dari mereka mengeluh. mengapa tidak ada listrik, tidak adanya trasportasi dan lain lain. seharusnya sebagai pendidik, haruslah sadar, bahwa seperti itulah tujuan mereka. memberikan ilmu kepada manusia yang belum mengerti menjadi orang yang terdidik. bisa saja andalah yang menjadi acuan ketika daerah itu menjadi berkembang dan maju. ilmu andalah yang membawa putra - putri didaerah terpencil itu untuk membangun desanya menjadi kota yang maju. berkatalah dalam diri bahwa ini tujuan saya. ini adalah takdir dari profesi saya. setiap hari adalah hikmah untuk perjalanan hidup saya.


Optimisme

Seorang pendidik harus marniliki optimisme yang besar sebab bila tidak maka delusi-delusi itu akan berakhir dengan hilangnya semangatdan akan mencekik antusiasme dalam dirinya sendiri. Antusiasme merupakan syarat yang panting untuk mencapai sukses.
Mengajar ortografi, rnatematika, atau pun tata krama yang baik merupakan suatu tugas yang tidak menyenangkan. Apalagi kalau anak didik itu kabur pikirannya, mudah lupa, kurang memperhatikan, dan tidak tetap jiwanya bisa menyebabkan ia lelah dan gugup. Lebih-lebih lagi apabila ia menghadapi jam-jam pelajaran terakhir kemudian ditambah dengan delusi-delusi yang datangnya dari anak didik yang paling saleh, kurang pengertian dari pihak orang tua, juga dari direksi, dan ejekan dari teman-teman sekerja akan menyebabkan ia lekas rnarah, lekas menggeretak, gugup dan muram.

Kita harus-dapat mengatasi hal-hal tarsebut, dan menyadari bahwa setiap anak didik pasti mempunyai beberapa segi yang baik, yang merupakan kemungkinan untuk bisa diberi pengarahan. Dengan menyadari adanya kemampuan tersebut rnaka kita akan berhasil membimbingnya. Tugas-tugas yang paling tidak rnenyenangkan itu juga merupakan suatu bagian dari karya Tuhan. Alexander Dumas pernah berkata sebagai berikut: “Mengapa Rita Seal“ melihat apa vang tidak baik dan jelek di dunia ini?” 
Jawabnya:
“Karena kita kurang mernperhatikannya.”
Memang di dalam kehidupan sehari-hari orang yang tidak baik sering membuat gaduh, tetapi hal tersebut dapat segera diketahui, dan ini merupakan pukulan bagi kita. Hal inilah yang membedakan dengan orang yang saleh yang sikapnya tidak pernah mengganggu Untuk mempertahankan optimisme yang begitu berharga, kita jagan membiarkan diri dihipnotis oleh kekurangan, ketidakcakapan dan kurangnya keahlian anak didik, tetapi harus melihat segi - segi yang baik dalam diri anak didik. Suatu peribahasa mengatakan: "Apabila temanku buta salah satu matanya maka akan kujaga kebutaannya/' Fransiscus dari Sales rnengungkapkan optimisme sebagai berikut: Apabila seseorang menunjukkan sembilan puluh sernbilan segi yang tidak baik dan hanya satu segi yang baik maka aku memandangnya dari yang terakhir. Sedangkan seorang duta dari lnggris mendefinisikan pesirnisme sebagai berikut: "Seseorang yang rnernpunyai sebuah botol yang berisi minuman anggur hanya sampai setengahnya, tentu akan mengeluh karena setengahnya lagi kosong.

Oleh karena itu kita sebagai seorang pendidik harus dapat menerima pribadi manusia dan segala sesuatu dari segi yang baik, dan kita harus berbahagia pula karena segala hal itu ada segi kebaikannya.

Secara rnanusiawi optimisme itu merupakan tanda kearifan dan semangat serta tidak bersifat mengecilkan arti. Dewasa ini telah kita temukan jalan keluar dalam dunia pengobatan dan kesehatan yaitu yang dinamakan psychosomatis. lni merupakan cara pencegahan dan penyembuhan bebeapa penyakit dengan jalan menimbulkan optimisrne dalam diri si penderita. Dengan jalan inilah penyakit tersebut dapat terobati. Oleh karena itu kita bisa menerapkannya dalam hidup sehari-hari demi kebaikan anak didik kita dan demi kesehatan diri sendiri.

Satu lagi yang perlu anda ketahui bahwa optimisme adalah sehat. membantu kita untuk terus berpikir positif. kesehatan kita sangat tergantung dari sugesti kita untuk sehat dengan optimis terhadap hidup. seseorang kuat bukan cuma dari bentuk tubuhnya yang besar, melainkan pemikiran akan hidup berkepanjangan yang baik dan tertatarapi didalam otaknya.

Seekor hewan yang paling lambat didunia. memilki waktu yang lama untuk menaiki suatu pohon. namun sampai sekarang kita masih melihatnya dan belum punah. secara logika, hewan seperti inilah yang akan cepat punah karna akan lebih mudah dimangsa oleh pemangsanya. mengapa ? optimisme dirancang dalam tubuh mereka untuk selalu bertahan hidup dimanapun dan kapanpun itu.

Sementara itu pendidik adalah seorang yang memiliki akal sehat, dan akan mendidik pada muridnya. apakah optimisme sulit untuk dicapai ? kita bisa berpikir setiap detik. dan setiap detik bisa menghasilkan gaya hidup optimis. maka programlah otak untuk selalu optimis. buang jauh - jauh masalah yang menunda kebaikanmu. dalam hidup masih ada hal lain yang menunggu kita.

Dalam sekolah, guru biasanya mendapatkan siswa yang bandel dan susah untuk mengerti materi pelajaran. jangan abaikan hal kecil seperti ini, anak didik kita adalah seorang yang ilmunya lebih muda dari kita. berikan terus masukan, agar mereka juga bisa sampai. bawa mereka kedunia baru yang kita rangkai dengan keindahan ilmu pendidikan.
Read more »
KETEPATAN DALAM MENDIDIK ADALAH KUALITAS BERHARGA

KETEPATAN DALAM MENDIDIK ADALAH KUALITAS BERHARGA

Salah satu kualitas yang berharga dari pendidik adalah ketepatan. Berapa banyak kejahatan dapat kita bendung, dan kebaikan dapat kita lakukan apa-bila kita seialu berada di tempat pada waktu yang tepat. Baik di dalam kelas, di dalam studi maupun di dalam rekreasi dan sebagainya, kita harus mengambil sikap selalu berada di tempat tepat pada waktunya, sedapat mungkin sebelum para anak didik mendahuluinya. Hal ini kita maksudkan bukan demi penerimaannya melainkan demi pengumpulannya. Perhatikan baik-baik nuansanya wahai pendidik.

Cacat di dalam hal ketepatan merupakan suatu kesalahan besar. Tidak hanya waktu yang terbuang, melainkan juga ketidak aturan yang ditimbulkan-nya dan kegugupan yang diakibatkannya. dalam hal ini kita sudah terbiasa tidak menepati sesuatu janji ataupun sejenisnya. keterbiasaan adalah penyakit yang harus dihilangkah jika itu negatif bagi hidup kita.

Para guru disekolah, seharusnya datang lebih awal dari pada siswa. ini akan menunjukan bahwa prestasi hidup kita sudah pantas dicontoh oleh murid, karena sudah mengalami banya pengalaman, termasuk pernah sekolah seperti murid kita. ini akan membuat otak siswa terpacu dan mengambil tindakan yang lebih positif lagi dalam hal ketepatan.

Ada orang-orang yang memang dilahirkan untuk berwatak jam karet, yang mengakibatkan mereka tidak pernah berhasil mencapai ketepatan untuk se-umur hidupnya. Ada pula pendidik-pendidik yang memasuki ruang kerja justru menyebabkan anak didik bersenda gurau, melucu dan sebagainya. Dengan demikian ia sudah mulai kehilangan kewibawaan, dan dengan sen-dirinya pada awal pelajaran yang diberikan kesannya sudah kurang baik. Hal ini disebabkan karena kelalaian dalam sikapriya. Kemungkinan ia harus menghukum, padahal sebenarnya kesalahan terletak pada dirinya sendiri. Oleh sebab itu ketidaktepatan pada diri pendidik akan menimbulkan ke-tidakdisiplinan pendidik, dan mengundang para anak didik untuk bersikap lalai. Sebaliknya sikap ketepatan yang disertai rasa tanggung jawab akan menye-babkan sikap kedisiplinan. Ketepatan itu tidak hanya pada waktu memulai sesuatu pekerjaan, tetapi juga pada waktu mengakhiri sesuatu pekerjaan. Hal ini untuk menghindari su-paya kita tidak mencuri waktu orang lain. Suatu pekerjaan supaya dapat terlaksana dengan baik, harus dikerjakan pada waktunya.

Dengan adanya ketepatan bagi pendidik maka kita dapat menyusun jadwal kerja sedemikian rupa sehingga tugas-tugas dan kesempatan-kesempatan serta rencana-rencana kerja yang akan datang dipersiapkan dengan baik dan tepat dan akhirnya akan mendapatkan penghargaan yang memuaskan.
 Sekolah - sekolah yang ada, selalu memiliki program. guna meningkatkan kualitas belajar mengajar. ada halnya kita capek, dan tak bisa menyusun beberapa program secara tepat waktu. padahal waktu kita biasa terbuang sia sia dengan hanya berjalan-jalan bukan untuk istirahat. jadi ketika ingin bekerja untuk membuat laporan, sudah tak ada kekuatan lagi. cegahlah menyia-nyiakan waktu, karena tidak akan kita ketahui, apakah hari esok akan ada pekerjaan yang kaget - kagetan.

Dengan ketepatan akan menstimulir pendidik untuk mengembangkan program secara merryeluruh dan mengakhirina sesuai dengan waktu vang telah - sediakan. Kita jangan meng3mbil norma seorang pujangga yang berbunts. "Bait-bait yang terbaik adalah yang tidak pernah kita selesaikan!”.

Ketepatan juga mendorong pendidik agar melanjutkan tugas pada waktu telah ditetapkan, tanpa setiap kali melihat jam kita. Apakah jerih payah kita itu tidak segera berhasil dengan selalu melihatnya? Kita harus ingat bahwa betapa banyak hal yang baik dapat kita perbuat dengan aktu yang hilang itu. Ketepatan mernberi peluang kepada kita untuk memanfaatkan Semua sisa waktu yang ada. Telah dikatakan puia bahwa ketepatan adalah -sopan santun para raja atau bangsawan". Jadi merupakan keutamaan kerajaan yang harus kita peroleh sejak kecil yang merupakan sahabat dalam hidup.


Sebaiknya pendidik berusaha untuk tidak disebut "jam karet", meskipun hal tersebut dapat dimaafkan tetap saja dapat menimbulkan kerugian pada usaha pendidikan kita baik sekarang maupun pada masa ang akan datang. Oleh karena itu kita harus memulai, dan mengakhiri semua pekerjaan tepat pada waktunya. penilaian manusia memang kadang tidak keluar lewat mulutnya, namun biasa tersimpan didalam hati, dan ketika bertemu dengan sesamanya, maka mungkin kita akan dijadikan bahan cerita karena jam karet kita. apakah kita mau dijadikan seperti ini? alangkah baiknya, memperbaharui sikap telat kita secara perlahan-lahan. dengan memberikan sugesti pada diri, bahwa saya tidak akan terlambat lagi.

Daftar pustaka.
Drs. JVS. Tondowidjojo CM. 1991. Kunci Sukses Pendidikan.
Read more »
LANGKAH - LANGKAH AWAL MENJADI PENDIDIK YANG BAIK

LANGKAH - LANGKAH AWAL MENJADI PENDIDIK YANG BAIK

Sebagai seorang pendidik anda harus memperhatikan langkah - langkah awal agar memiliki dasar yang baik. Marilah kita memperhatikan kebijaksanaan bangsa - bangasa kuno. Mereka berpendapat dengan yakin bahwa Barang siapa memulai sesuatu dengan baik, berarti ia sudah setengah berhasil. Dalam bahasa latin kunodisebut "Principiis obsta" yang artinya "hendaknya kita memberanikan duru dalam menghadapi awal sesuatu karya usaha".


Kuliah - kuliah pertama, kata pertama, hukuman pertama serta kesadaran moral yang pertama kali dalam tahun ajaran baru sangat penting dan menentukan. Langkah - langkah pertama tersebut merupakan sesuatu tindakan yang baik tetapi konsekuensi yang harus di hadapi cukup berat. sudah seperti ini tantangan pendidik.

Kita dapat mengatakan bahwa kelas itu merupakan perputaran dua sifat, dua jiwa, dua kehidupan, yaitu antara kelompok anak didik dengan kelompok pendidik. Semua berada dalam satu kereta yang sama menuju suatu tujuan selama sembilan bulan. Keberangkatannya pada tiap -tiap kilometer yang pertama dapat mengalami kerusakan mesin, ini sudah menunjukkan seuatu gejala akan adanya kecelakaan.Oleh karena itu untuk selanjutya di usahakan agar perjalanan itu menjadi baik dan lancar. Semuanya dapat berjalan dengan lancar apabila langkah pertama itu sudahh menguntungkan.

Katakanlah, anak itu sangat mengesankan. Kesan pertama yang kita peroleh itu seakan - akan sudah menentukan kehidupannya. Oleh sebab itu hendaknya kita dapat mengikat hati dan pikirannya sejak pertemuan pertama pada permulaan pelajaran. Di hadapan anak didik kita tidak boleh bersikap sebagai pendaftar yang memanggil tawanan, ataupun seperti waktu penerimaan para pelayan. Hal tersebut jangan dibatasi pada suatu penyajian secara protokoler melainkan ubahlah segera dengan mengucapkan selamat datang secara kekeluargaan, dengan senyum yang bisa menimbulkan simpati serta yang menyejukkan hati.

Beberapa kota di Swiss, Jerma dan Italia, para guru atau pendidik setiap pagi menyusuri lorong - lorong untuk mencari anak - anak dan kemudian membawanya ke sekolah sambil menyuruh mereka menyanyikan lagu - lagu kuno dengan gembrira "permulaan yang penuh janji - janji yang membahagiakan". Dalam hal ini doa pada permulaan pelajaran, kuliah atau studi harus dapat mengarahkan seluruh suasana untuk menciptakan suatu keadaan yang menguntungkan serta dapat memberikan suatu sikap khusus bagi pengajaran dan anak didik.

Oleh karena itu kita sebaiknya menaruh p erhatian yang besar pada setiap langkah permulaan. Sikap pendidik yang tidak menaruh perhatianyang besar pada setiap langkah permulaan. Sikap tidak memperhatikan langkah atau tindak pertama merupakan sesuatu hal yang bisa merugikan, dan hal ini akan menentukan juga tindakan selanjutnya. Jadi sebisa mungkin sebagai pendidik memperhatikan setiap langkah permulaan dalam semua hal, meskipun hal tersebut merupakan soal yang kurang berarti. Dengandemikian akan memperoleh banyak kemungkinan bahkan akan mencapai hasil yang gemilang karena kita bertindak sesuai dengan motto yang di buat oleh seorang pujangga perancis "Plaideur" yang berbunyi "Apa yang kulakukan dengan baik merupakan permulaan dari setiap langkahku".
Read more »