PENDIDIK HARUS MEMILIKI STABILITAS DAN OPTIMISME

Stabilitas

Di tempat kerja kita perlu memperoleh suatu pengaruh dan prestige karena kita tidak menghendaki kerap kali berganti tempat, acara, materi pelajaran dan sebagainya. Lyautey merasa bangga setelah ia menyelesaikan karyanya di Marocco. Ia kemudian berkata “Aku telah berhasil karena aku tekun pada tujuanku.”

Banyak pendidik yang mudah goncang terhadap perubahan, misalnya begitu mereka. ditempatkan pada suatu tempat, begitu mereka memikirkan untuk melarikan diri. Maniac semacam itu bukan merupakan sifat eksklusif dari tugas seorang pendidik, tetapi hal tersebut bisa menghinggapi semuanya.Untuk memperoleh pengaruh maka seorang pendidik harus mengidentifikasikan diri dengan semangat atau suasana tempat kerja. Tujuannya untuk membentuk diri anak didik. Sebab “seekor burung yang terbang kian kemari tidak akan mencapai suatu penyelesaian.”

Dalam kasus perpindahan guru ke daerah terpencil, kadang sebagaian dari mereka mengeluh. mengapa tidak ada listrik, tidak adanya trasportasi dan lain lain. seharusnya sebagai pendidik, haruslah sadar, bahwa seperti itulah tujuan mereka. memberikan ilmu kepada manusia yang belum mengerti menjadi orang yang terdidik. bisa saja andalah yang menjadi acuan ketika daerah itu menjadi berkembang dan maju. ilmu andalah yang membawa putra - putri didaerah terpencil itu untuk membangun desanya menjadi kota yang maju. berkatalah dalam diri bahwa ini tujuan saya. ini adalah takdir dari profesi saya. setiap hari adalah hikmah untuk perjalanan hidup saya.


Optimisme

Seorang pendidik harus marniliki optimisme yang besar sebab bila tidak maka delusi-delusi itu akan berakhir dengan hilangnya semangatdan akan mencekik antusiasme dalam dirinya sendiri. Antusiasme merupakan syarat yang panting untuk mencapai sukses.
Mengajar ortografi, rnatematika, atau pun tata krama yang baik merupakan suatu tugas yang tidak menyenangkan. Apalagi kalau anak didik itu kabur pikirannya, mudah lupa, kurang memperhatikan, dan tidak tetap jiwanya bisa menyebabkan ia lelah dan gugup. Lebih-lebih lagi apabila ia menghadapi jam-jam pelajaran terakhir kemudian ditambah dengan delusi-delusi yang datangnya dari anak didik yang paling saleh, kurang pengertian dari pihak orang tua, juga dari direksi, dan ejekan dari teman-teman sekerja akan menyebabkan ia lekas rnarah, lekas menggeretak, gugup dan muram.

Kita harus-dapat mengatasi hal-hal tarsebut, dan menyadari bahwa setiap anak didik pasti mempunyai beberapa segi yang baik, yang merupakan kemungkinan untuk bisa diberi pengarahan. Dengan menyadari adanya kemampuan tersebut rnaka kita akan berhasil membimbingnya. Tugas-tugas yang paling tidak rnenyenangkan itu juga merupakan suatu bagian dari karya Tuhan. Alexander Dumas pernah berkata sebagai berikut: “Mengapa Rita Seal“ melihat apa vang tidak baik dan jelek di dunia ini?” 
Jawabnya:
“Karena kita kurang mernperhatikannya.”
Memang di dalam kehidupan sehari-hari orang yang tidak baik sering membuat gaduh, tetapi hal tersebut dapat segera diketahui, dan ini merupakan pukulan bagi kita. Hal inilah yang membedakan dengan orang yang saleh yang sikapnya tidak pernah mengganggu Untuk mempertahankan optimisme yang begitu berharga, kita jagan membiarkan diri dihipnotis oleh kekurangan, ketidakcakapan dan kurangnya keahlian anak didik, tetapi harus melihat segi - segi yang baik dalam diri anak didik. Suatu peribahasa mengatakan: "Apabila temanku buta salah satu matanya maka akan kujaga kebutaannya/' Fransiscus dari Sales rnengungkapkan optimisme sebagai berikut: Apabila seseorang menunjukkan sembilan puluh sernbilan segi yang tidak baik dan hanya satu segi yang baik maka aku memandangnya dari yang terakhir. Sedangkan seorang duta dari lnggris mendefinisikan pesirnisme sebagai berikut: "Seseorang yang rnernpunyai sebuah botol yang berisi minuman anggur hanya sampai setengahnya, tentu akan mengeluh karena setengahnya lagi kosong.

Oleh karena itu kita sebagai seorang pendidik harus dapat menerima pribadi manusia dan segala sesuatu dari segi yang baik, dan kita harus berbahagia pula karena segala hal itu ada segi kebaikannya.

Secara rnanusiawi optimisme itu merupakan tanda kearifan dan semangat serta tidak bersifat mengecilkan arti. Dewasa ini telah kita temukan jalan keluar dalam dunia pengobatan dan kesehatan yaitu yang dinamakan psychosomatis. lni merupakan cara pencegahan dan penyembuhan bebeapa penyakit dengan jalan menimbulkan optimisrne dalam diri si penderita. Dengan jalan inilah penyakit tersebut dapat terobati. Oleh karena itu kita bisa menerapkannya dalam hidup sehari-hari demi kebaikan anak didik kita dan demi kesehatan diri sendiri.

Satu lagi yang perlu anda ketahui bahwa optimisme adalah sehat. membantu kita untuk terus berpikir positif. kesehatan kita sangat tergantung dari sugesti kita untuk sehat dengan optimis terhadap hidup. seseorang kuat bukan cuma dari bentuk tubuhnya yang besar, melainkan pemikiran akan hidup berkepanjangan yang baik dan tertatarapi didalam otaknya.

Seekor hewan yang paling lambat didunia. memilki waktu yang lama untuk menaiki suatu pohon. namun sampai sekarang kita masih melihatnya dan belum punah. secara logika, hewan seperti inilah yang akan cepat punah karna akan lebih mudah dimangsa oleh pemangsanya. mengapa ? optimisme dirancang dalam tubuh mereka untuk selalu bertahan hidup dimanapun dan kapanpun itu.

Sementara itu pendidik adalah seorang yang memiliki akal sehat, dan akan mendidik pada muridnya. apakah optimisme sulit untuk dicapai ? kita bisa berpikir setiap detik. dan setiap detik bisa menghasilkan gaya hidup optimis. maka programlah otak untuk selalu optimis. buang jauh - jauh masalah yang menunda kebaikanmu. dalam hidup masih ada hal lain yang menunggu kita.

Dalam sekolah, guru biasanya mendapatkan siswa yang bandel dan susah untuk mengerti materi pelajaran. jangan abaikan hal kecil seperti ini, anak didik kita adalah seorang yang ilmunya lebih muda dari kita. berikan terus masukan, agar mereka juga bisa sampai. bawa mereka kedunia baru yang kita rangkai dengan keindahan ilmu pendidikan.

0 Response to "PENDIDIK HARUS MEMILIKI STABILITAS DAN OPTIMISME "