GURU HARUS BISA MENYESUAIKAN DIRI

Kita sebagai seorang pendidik harus bisa menghubungkan antara kemungkinan dengan realitas. Seorang pendidik tidak layak membayangkan bahwasemua anak didiknya seperti satu cap yang sama. Shakespeare mengucapkan kata-kata yang mendalam kepada orang yang selalu melancarkan nasihat - nasihat yang kurang praktis sebagai berikut: "Nasihatilah saya untuk menjadi orang seperti adanya." 

Perlu diketahui bahwa setiap anak didik tentu mempunyai kemungkinan-kemungkinan atau daya kemampuan yang baik dalam hidup pribadinya. Apabila kita menekan originalitas ini berarti kita telah meniadakan bakat dan keahliannya. Penghargaan yang diberikan kepada seseorang menuntut pihak pendidik untuk peka dan bijaksana.
Seorang tokoh yang bernama Gratry menceritakan seolah-olah ia pernah menghadapi bahaya: "Aku telah melihat orang-orang yang menaruh dengki pada orang Iain, dan mereka itu disingkirkan untuk selama-lamanya. Aku telah melihat pula orang-orang yang berjiwa keras dan bersifat keras kepala berusaha menggembieng orang lain menurut ukuran pribadinya. Kita harus bisa menarik kemungkinan-kemungkinan dari unsur-unsur tanggung jawab yang dipercayakan pada kita, tanpa terlebih dulu menggodok nya dengan garam yang sama. Selain itu kita harus mendidik berdasarkan
perhitungan dan bukan berdasarkan sistem robot.
Seorang pendidik bukanlah seorang kusir yang mengambil penumpang dari suatu tempat pemberangkatan yang sama untuk membawanya pada suatu terminal yang sama dengan melalui jalan yang sama. Plato mengatakan sebagai berikut: "Harus sesuai dengan jiwanya sendiri-sendiri dan bukan dengan jiwa orang Iain." Oleh sebab itu kita hendaknyakmenghargai tiab-tiap kepribadian seperti yang telah dilakukan oleh Mercler.

Penyesuaian diri mengandung pengertian bahwa setiap orang harus berbuat untuk semua, demi menggali dan menilai segala kebaikan yang terpendam dalam diri setiap orang.

Penyesuaian diri itu akhirnya menuntut para pendidik untuk menerima tradisi-tradisi di tempat praktek mereka. Kita jangan percaya bahwa adanya perubahan-perubahan akan membuat keadaan lebih baik. Sebenarnya kehadiran kita sudah mengandung arti, ditambah lagi dengan suatu upan yang mendalam dan tulus, ini sudah memberikan alasan untuk dapat mendirikan suatu tempat pendidikan.

Kita sebaiknya menyesuaikan diri dengan kebiasaan di tampat kerja, dan tidak begitu percaya bahwa semua akan berjaian lebih baik walaupun kita telah merombak jadwai jam kerja, buku-buku pegangan anak didik, tempat duduknya dan lain sebagainya. Oleh sebab itu kita harus bisa bersabar untuk dapat menyesuaikan diri dengan adat kebiasaan di tempat kita, kalau memungkinkan membongkar untuk membangun kembah.

Contoh dalam persekolahan, ketika guru baru memulai mengajar. maka dia pertama - tama harus bisa mengenali sekolah itu. terutama pengenalan terhadap sifat-sifat orang yang akan selalu ada disekitarnya. kita bisa melakukan beberapa hal untuk lebih cepat akrab dengan lingkungan itu. seperti:
  • Mengikuti arisan yang biasa diadakan oleh guru - guru yang ada disekolah itu sendiri. dengan ini kita bisa lebih mengetahui mereka didalam maupun diluar sekolah. 
  • Seringlah bertanya, jika mendapat sesuatu yang tidak diketahui. apalagi seorang guru muda. maka harus sering meminta paduan terhadap guru yang senior. ini akan menimbulkan kesan bahwa kita orangnya mau di nasehati. namun tetap ada batasannya.
  • Berbasa-basi dengan sesama. humor, canda tawa, akan menghasilk chemistri bagi manusia. disini akan timbul juga rasa saling ingin menghibur.
  • Berbagilah jika memiliki sesuatu yang patut dicoba oleh orang lain. dengan ini orang akan beranggapan bahwa kita bukan hanya datang untuk satu tujuan, melainkan kita datang untuk beberapa tujuan yang didalamnya adalah saling berbagi. dengan ini, kecintaan orang akan timbul kepada diri anda.

0 Response to "GURU HARUS BISA MENYESUAIKAN DIRI"