MEMBERIKAN KESADARAN PADA SISWA YANG BANDEL

MEMBERIKAN KESADARAN PADA SISWA YANG BANDEL

Menjadi seorang pendidik yang baik memang bukanlah pekerjaan yang mudah, karena butuh banyak kategori sikap dan sifat positif yang harus ada dalam diri kita. agar dapat menjadi contoh bagi orang - orang yang kita didik. salah satu masalah yang sering dihadapkan oleh guru adalah membuat siswa siswinya dapat menjadi anak yang sopan dan santun. namun semua, itu tak mudah ketika ada beberapa anak didik yang bandel dan tak mau mendengar nasehat apapun. 

Anak yang bandel atau kurang ajar terhadap gurunya memang selalu ada dimana - mana.  sekalipun anda pergi ke kota yang penuh kasih sayang, pasti akan terdapat di antara mereka beberapa sifat manusia bandel. sifat bandel ini biasanya dikarenakan kurangnya kasih sayang, atau kelebihan kasih sayang yang diberikan oleh orang tua mereka. ada juga anak yang bandel karena pikiran merekan sudah dimasuki oleh hal - hal yang dewasa namun negatif, seperti pertengkaran orang tuanya sampai rusaknya rumah tangga.

Berikut Tips Untuk Memberikan Kesadaran Pada Siswa Yang Bandel.


Mencoba melakukan pendekatan secara emosional ataupun secara lisan. dimana kita harus mengetahui terlebih dahulu apa yang membuat anak didik kita bisa bandel seperti itu. sekalipun mereka tak mau mendengarkan nasihat, tapi sebisa mungkin kita harus berusaha mengumpulkan data. dengan hasil ini, pasti kita bisa mengambil kesimpulan untuk mulai melakukan teknik nasihat yang baik agar mereka mau mendengar. 

Mencoba menjadi teman disaat susah maupun duka. - setiap manusia pastilah pernah mengalami kondisi hati yang gembira maupun susah. nah disaat seperti inilah kita bisa memasuki anak didik kita. berusahalah akrab dengan merekan dalam kondisi apapun, dalam arti sahabat selalu ada untuk mereka. jika anak didik sudah merasa ada yang bisa memberikan mereka kasih sayang, pastilah ada pikiran bolak balik untuk saling sayang menyayangi.

Memberikan hukuman sesuai jiwa mereka. jika siswa telah melakukan pelanggaran, cobalah memberikan hukuman yang bisa membangkitkan pikiran mereka, bukan malah menjatuhkannya. contoh seorang siswa yang senang bermain gitar, maka berikanlah hukuman menyanyi atau bermain musik lainnya. jadi, ketika siswa mendapat hukuman, mereka juga bisa sambil mengekspresikan kelebihan yang dimiliki, namun kondisinya berbeda. dan cara ini tetap bisa menghidupkan suasana, bukan mematikan suasana, dalam arti - siswa yang bersalah akan terlihat jatuh ketika dihukum didepan semua temannya.

Menyapa denga kasih sayang. Cobalah memberikan kesa terbaik pada siswa ketika bertemu. berikan senyuman atau teguran yang nonformal, seperti menegur kecantikan,kegagahan mereka. "agus, wah anak ku tambah gagah ya tiap hari". teguran seperti ini, akan menambah kesegaran pada otak mereka. karena setiap menusia memang senang di puji, apalagi denga kasih sayang. senakal - nakalnya manusia, merekan pasti butuh kasih sayang.

Menciptakan hubungan yang baik antar siswa satu dengan lainnya. dalam ruangan kelas guru akan dihadapkan kepada puluhan anak didik yang memiliki karakter berbeda - beda. dalam tahap ini, buatlah semua yang ada didalamnya merasa saling bersahabat. tak ada yang terucilkan. membentuk kelompok belajar pada tiap kelas, memang hal yang tidak bisa luput dari tata cara mengerjakan soal yang rumit di sekolah. tapi alangkah baiknya, kalau guru selalu mengacak anggota masing - masing kelompok.
Jangan biarkan anggota kelompok belajar tetap sama sampai beberapa kali. ini akan menyebabkan timbulnya sifat membeda- bedakan. dalam artian, jika mereka selalu berada di kelompok yang anggotanya tetap, maka akan terbentuk persahabatan yang tidak merata. jadi buatlah mereka selalu teracak, agar dapat mengenal lebih dalam antara siswa satu dengan yang lainnya. 
Read more »
CARA GURU MENYESUAIKAN DIRI DENGAN ANAK DIDIKNYA

CARA GURU MENYESUAIKAN DIRI DENGAN ANAK DIDIKNYA

Kita sebagai seorang pendidik harus bisa menghubungkan antara kemungkinan dengan realitas. Seorang pendidik tidak layak membayangkan bahwasemua anak didiknya seperti satu cap yang sama. Shakespeare mengucapkan kata-kata yang mendalam kepada orang yang selalu melancarkan nasihat - nasihat yang kurang praktis sebagai berikut: "Nasihatilah saya untuk menjadi orang seperti adanya." 

Perlu diketahui bahwa setiap anak didik tentu mempunyai kemungkinan-kemungkinan atau daya kemampuan yang baik dalam hidup pribadinya. Apabila kita menekan originalitas ini berarti kita telah meniadakan bakat dan keahliannya. Penghargaan yang diberikan kepada seseorang menuntut pihak pendidik untuk peka dan bijaksana.

Seorang tokoh yang bernama Gratry menceritakan seolah-olah ia pernah menghadapi bahaya: "Aku telah melihat orang-orang yang menaruh dengki pada orang Iain, dan mereka itu disingkirkan untuk selama-lamanya. Aku telah melihat pula orang-orang yang berjiwa keras dan bersifat keras kepala berusaha menggembieng orang lain menurut ukuran pribadinya. Kita harus bisa menarik kemungkinan-kemungkinan dari unsur-unsur tanggung jawab yang dipercayakan pada kita, tanpa terlebih dulu menggodok nya dengan garam yang sama. Selain itu kita harus mendidik berdasarkan perhitungan dan bukan berdasarkan sistem robot.

Seorang pendidik bukanlah seorang kusir yang mengambil penumpang dari suatu tempat pemberangkatan yang sama untuk membawanya pada suatu terminal yang sama dengan melalui jalan yang sama. Plato mengatakan sebagai berikut: "Harus sesuai dengan jiwanya sendiri-sendiri dan bukan dengan jiwa orang Iain." Oleh sebab itu kita hendaknyakmenghargai tiab-tiap kepribadian seperti yang telah dilakukan oleh Mercler.

Penyesuaian diri mengandung pengertian bahwa setiap grang harus berbuat untuk semua, demi menggali dan menilar segala kebaikan yang terpendam dalam diri setiap orang.

Penyesuaian diri itu akhirnya menuntut_para pendidik untuk menerima tradisi-tradisi di tempat praktek mereka. Kita gangan percaya prila bahwa adanya perubahan-perubahan akan membuat keadaan lebih baik. Sebenarnya kehadiran kita sudah mengandung arti, ditambah lagi dengan suatu upan yang mendalam dan tulus, ini sudah memberikan alasan untuk dapat mendirikan suatu tempat pendidikan.


Kita seyogyanya menyesuaikan diri dengan kebiasaan di tampat kerja, dan tidak begitu percaya bahwa semua akan berjaian lebih baik walaupun kita telah merombak jadwai jam kerja, buku-buku pegangan anak didik, tempat duduknya dan lain sebagainya. Oleh sebab itu kita harus bisa bersabar untuk dapat menyesuaikan diri dengan adat kebiasaan di tempat kita, kalau memungkinkan membongkar untuk membangun kembah.
Read more »