GURU HARUS MEMIKIRKAN MASA DEPAN MURID

Di antara sifat-sifat yang baik yang ada dalam diri seorang guru/pendidik disamping kepercayaan, masih ada yang Iain yang disebut dengan sifat memikirkan masa depan anak didik/murid.karena pepatah pernah mengatakan bahwa "Guru adalah cermin masa depan bangsa".
 
Sekolah atau keluarga merupakan sebuah microkosmos, yaitu dunia dalam bentuk miniatur. Apabila kita sebagai seorang guru (pendidik) tidak berhati-hati maka kita dapat menjadi seorang yang tertutup dalam dunia yang sempit atau picik. lni akan mengakibatkan suatu kerugian yang besar pada dunia pendidikan. Untuk dapat mengerti dan dapat ikut menyelesaikan masalah-masalah pendidikan dengan baik maka seorang pendidik harus berusaha keluar dari sistem hidup yang tertutup itu. Kita harus mengerti dan mengetahui bahwa anak didik itu mempunyai masa depan. Oleh karena itu apabila hal ini tidak kita jalankan maka karya kita tak akan mempunyai semangat untuk bertahan. Tugas atau kewajiban kita di dalam bidang pendidikan ialah merintis jalan, membajak, menabur, dan merumputi. Apabila benih yang kita tanam itu sudah masak, kita akan sibuk lagi dengan tanaman muda yang lain, begitu seterusnya. Oleh karena itu kata-kata penyair ini perlu kita jadikan bahan renungan: ”Cicit—cicitku berhutang budi karena naunganku.” Untungnya kita tak akan pernah melaksanakan tugas sampai generas| sejauh itu. Terhadap temperamen-temperamen yang tidak tahu rasa terimakasih, hendaknya dapat kita jadikan bahan renungan kata-kata berikut ini: 

Buah itu akan muncul karena adanya bunga.” murid kita adalah bibit - bibit yang akan menjadi penerus. dengan ini, niat kita untuk menjadikan taraf hidup lebih baik lagi akan selalu terpacu. siapa yang akan merawat dunia ini kalau bukan mereka. anaka didik harus tahu cara menangani dunia ini. dengan ilmu pendidikan yang kita terapkan maupun kita ajarkan

Untuk memelihara antusiasme perlu kita renungkan bahwa waktu itu seperti seorang hakim yang akan menilai jasa-jasa kita, dan merupakan suatu riklasifikator nilai-nilai dari anak didik yang belum terbentuk itu. Barangkali diantara mereka ada yang menjadi seorang genius di kemudian hari. atau ada yang menjadi orang ternama didunia. pemimpin negara didunia pasti juga pernah menjadi murid atau anak didik.

Seperti Nabi Musa di dalam keranjangnya yang dikambangkan di sungai Nil. Apakah hubungan antara pendidik dengan anak didik tidak dirasakanya hubungan kekeluargaan? Perhatikan kata-kata yang diucapkan oleh fari Farao kepada ibu bayi itu; “Bawalah bayi ini sertamu, dan peliharalah ia bagiku; aku akan memberi upah kepadamu!“ Satiap anak didik dapat di ibaratkan separti Musa yang telah diselamatkan dari sungai, yang kemudian hari mungkin akan menjadi penyelamat bangsa, orang yang terpilih atau seorang pemimpin atau pun yang lainnya. Dengan adanya pandangan terhadap hari depan anak didik, tanah air, dan dunia maka tugas atau kewajiban kita yang sulit itu akan kita jalani dengan samangat yang lebih besar.

Rasa bangga akan menjadi salah satu kenikmatan yang akan kita rasakan dikemudian hari. tanpa disadar anak didik yang belum diketahui masa depannya, bisa menjadi orang yang sukses dikemudian hari. contohnya Albert Einstein, dia adalah seorang yang dianggap gurunya tidak memiliki masa depan. namun karena kejeniusannya dialah yang bisa merubah dunia sampai sekarang ini. kadang kita tidak mengetahui dibalik keterbelakangan siswa ada tersimpan kejeniusan yang terpendam. sulit bagi orang jenius untuk mengungkapkan apa yang ia pikirkan, bagi orang dewasa, masih menganggap anak didik belum tahu apa-apa.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak sesuai dengan delusi-delusi itu diperlukan adanya prospektif dalam karir kita. Apabila kita salah dalam mangasuh, dan membimbingnya, atau menyalahgunakan cara dan tujuan pendidikannya maka dikemudian hari anak didik itu akan bertindak kejam terhadap kita. Sakarang mereka memang menjadi saksi-saksi kita, tetapi dikemudian hari merekalah yang akan mengadili kita. Oleh karena itu kita jangan manghina, meramehkan atau pun mencemarkan mereka. Kita jangan pula menghasut mereka untuk menantang ide-ide yang kita sajikan dalam pelajaran. Joubert telah mengatakan bahwa -“dalam mendidik anak, ingatlah akan masa tuanya."

Kita hendaknya juga melihat ke depan dalam mempartahankan semangat atau dalam memperbaiki metode-metode dan dalam menambah kapasitas edukatif kita. Apabila kita melihat hal-hal itu secara damikian, dan dalam prospek yang tepat, maka pengabdian kita terutama ditujukan demi masa dapan kita dan anak didik. Kita lalu akan berusaha dengan segala upaya dan pengorbanan untuk memperbaiki kebiasaan-kebiasan yang tidak baik, yang akan membuat-mereka tidak bahagia, atau yang menyusahkan hidup mereka dikemudian hari. Apabila seseorang mempunyai pandangan dan sikap hidup yang jelas tentang masa depannya maka ia tidak akan mengatakan: “Andai kata anak-anak yang baik itu dipisahkan dari anak-anak yang sulit wataknya  Dengan sikap yang penuh keyakinan ia tetap akan mengatakan bahwa bibit-bibit yang kita taburkan pada budi, kemauan, dan hatinya itu setapak dami setapak pasti akan berakar serta akan manghasilkan buah yang baik atau pun yang berbisa.

Akhirnya terapkanlah kata-kata Napoleon yang ditujukan kepada ibunya sebagai seorang pendidik yang pertama, yang berbunyi: “Nasib tanah air itu terletak di dalam tanganmu, dan masa depannya terletak di dalam tangan anak-anakmu, sedangkan anak-anak itu engkaulah yang membentuknya.

Dari penjelasa diatas, kita sudah bisa merenungkan bahwa seorang guru harus memikirkan masa depan murid-nya. dengan berbagai pandangan, untuk selalu bertahan dalam kondisi apapun. 

Di sekolah sekolah terpencil, pasti pemikiran tentang masa depan selalu ada dibenak guru. bagaimana untuk mengubah apa yang ada sekarang menjadi lebih baik lagi. pembentukan bibit bibit muda sebagai penerus, bukanlah hal yang memakan waktu yang cepat. guru memang salah satu orang yang paling sabar dalam bertani. benih yang mereka tanam, akan terlihat hasilnya ketika puluhan tahun. sampai ada yang tidak sempat melihat hasilnya, karena sudah tak bisa lagi bertemu dengan mantan anak didik atau siswanya. sampai disini, apakah kita tidak merasa bangga, menjadi seorang pendidik mulia ? teruslah berpacu melawan kerasnya dunia. bangkitkan kesejahteraan dengan anak didik yang kau ciptakan.

Mungkin hanya itu yang bisa saya berikan kali ini. semoga bisa membuka hati pada pendidik/guru yang ada diseluruh dunia. bahwa pentingnya memikirkan masa depan murid/anak didik. 

0 Response to "GURU HARUS MEMIKIRKAN MASA DEPAN MURID"