Guru Membutuhkan Penyegaran Diri



Usaha yang seksama di dalam menyusun persiapan untuk mendidik harus disertai pula dengan kesibukan yang tak kenal lelah di dalam rangka untuk memperbaharui, dan untuk meremajakan diri. Hal ini harus kita lakukan karena di dalam tugas "mendidik itu kita harus meninggalkan stempel yang mendalam pada pribadinya.

Merupakan suatu Bahaya di dalam pendidikan apabila kita mencari mudahnya saja, seperti dengan selalu memberikan tugas atau sanki-sanksi yang sama kepada anak didik. Hal ini tentu saja akan berakhir dengan pemilikan sikap yang kaku dan uniform dari si pendidik. la bukan lagi seorang penjiwa di dalam pendidikan karena ia justru membuat jiwa itu meniadi seperti robot. hukuman yang itu itu saja jika sering dihadapi siswa, tentunya nanti akan terasa mudah. dan bagi mereka itu merupakan bukan tantangan lagi. maka dari itu, tugas maupun sanksi yang diberikan haruslah butuh penyegaran. agar sanksi yang diberikan dimaksudkan juga untuk melatih siswa kita.

Dengan demikian kita mengerti bahwa seorang pendidik itu harus selalu memperbaharui diri, dan menyegarkan metodeametode yang digunakannya. Untuk ini kita perlu memanfaatkan hari-hari libur dengan sebaik-baiknya. Seorang pendidik yang mengerti tanggungjawab, selama liburan tentu menaruh perhatian dan memanfaatkan buku-buku bacaan, majalah-majalah, pertemuan-pertemuan, up gradings, dan sebagainya. lni semua tidak lain bertujuan supaya dapat berkomunikasi secara luas, juga untuk memperkaya diri dengan ilmu, serta untuk melatih dan menyegarkan diri. Dengan mangkonfrontasikan antara observasi-observasi dalam metodenya sendiri dengan observasi orang Iain maka kita akan mencapai hasil yang labih gemilang di dalam karya kita.

Kita harus mengabdikan diri secara teratur dalam arti kita bukan mengabdi pada kesibukan-kesibukan yang kita senangi saja, melainkan juga pada hal-hal yang dapat meiengkapi masalah sosial budaya, hal-hal yang dapat menyempurnakan metode, serta hal-hal yang dapat mengembangkan kapasitas, dan sebagainya. Pada dasarnya kita memang tidak senang pada kesibukan-kesibukan semacam itu, karena kita menganggap tidak ada gunanya, atau merasakannya sebagai sesuatu yang membosankan.

Apabila kita mau menjadi pendidik yang baik, kita harus merenungkan hal-hal yang bersifat rohani, dan menyebarkan pandangan tersebut pada zona yang belum pernah kita selidiki. Jika kita mempunyai tekad untuk menarcbos zone yang murni ini, sangat besar kemungkinannya kita akan menemukan sesuatu yang berharga baik untuk kita sendiri maupun untuk anak didik kita.

Di samping bekeria, kita hendaknya mempunyai waktu istirahat guna melepaskan diri sesaat dari kesibukan-kesibukan. Dengan demikian kita akan dapat menyegarkan otak dan jiwa yang lelah, menguatkan kembali kehendak yang melemah, memperbaharui ilmu yang telah usang, dan menemukan bentuk-bentuk baru dalam bidang pengajaran.

Kita perlu mengadakan kontak dengan jaman tempat kita hidup, juga kontak dengan aspirasi-aspirasi muda. Di samping itu kita harus mengenal dengan baik lingkungan keria kita. Supaya dapat mencapai tuiuan tersebut, kita parlu membaca berita-berita yang terdapat di dalam surat kabar-surat kabar. ketika ada berita yang heboh namun tanpa disadari kita belum mengetahuinya karena tidak mau membaca surat kabar atau menonton berita, efek yang di timbulkan mungkin hanya merasa ketinggalan gosip belaka. namun jika kita bisa mengambil hikmah dari itu yang berhubungan dengan cara belajar dan mengajar, maka ini mungkin bisa meningkatkan teknik mengajar kita. contohnya berita inovasi guru, inspirasi guru dan masih banyak lagi.

Kita perlu meninggalkan metode-metode yang biasa kita gunakan untuk menyesuaikan dengan yang baru. Hal ini tidak lain bertujuan untuk penyegaran kembali.jangan hanya terpaku pada metode yang itu - itu saja. bertujuan agar, suasana baru terus tercipta, dan rasa bosan anak didik juga tidak datang.

Selama liburan kita harus berusaha pula untuk menyegarkan, dan meng-up to date-kan akal budi kita supaya kita selalu mempunyai energi mental yang baru dalam membina anak didik. Seperti halnya kita menguatkan kembali tenaga-tenaga jasmani kita, demikian pula dengan nilai profesional dalam bidang pendidikan harus kita perbaharui. olah raga secara teratur. contohnya yoga, dapat me refresh otak kita. dimana rasa stress akan tanggung jawab yang besar setiap harinya harus segera di bersihkan. masa lalu yang buruk harus selalu di hapuskan dari ingatan.

Listz pernah mengatakan: “Apabila aku tidak membunyikan piano selama delapan hari, aku akan merasakannya; dan apabila aku tidak membunyikannya selama lima belas hari, orang lain akan merasakannya juga.” Olen karena itu anak didik hendaknya dapat merasakan bahwa kita selalu memanfaatkan hari libur, dan kesempatan-kesempatan yang ada dengan membaca buku bacaan-buku bacaan, menghadiri pertemuan-pertemuan, dan sebagainya. Hal ini bertuiuan untuk memperkaya, dan menyegarkan diri kita. Semua ini kita lakukan tidak lain demi kepentingan, dan masa depan anak didik. Di dalam Ecole Massilon ada‘ suatu motto yang berbunyi: ”Mengetahui dengan lebih baik supaya dapat mengabdi dengan lebih baik.” Kata-kata ini sangat cocok sebagai bekal supaya dapat meniadi orang pendidik yang baik. 

0 Response to "Guru Membutuhkan Penyegaran Diri"