KETENANGAN GURU

Seorang pendidik yang kurang tenang, pengaruh kewibawaannya tidak akan bertahan lama. Ada suatu pepatah yang mengatakan bahwa “seeker anjing yang sedang marah, lamanya tidak akan Iebih dari sembilan hari.” Ketenagan akan membuat kita tidak mudah gugup menghadapi apapun.

Lain halnya dengan seorang yang dapat menguasai diri, ia akan Iebih mudah untuk menguasai orang lain. Vine telah menulis kata-kata sebagai berikut: ”Orang itu harus dapat menguasai diri supaya dapat mengabdi pada semua orang dengan Iebih baik.” Lain halnya dengan Amiel yang mengatakan bahwa “pedoman pertama yang harus dimiliki supaya dapat menguasai kahendak anak didik, ialah terlebih dahulu harus menjadi penguasa atas dirinya sendiri.“ Oleh karena itu kita harus berusaha keras supaya seIalu dapat bersikap tenang dalam segala macam keadaan. Sebagai contoh di bawah ini ada baberapa hal yang memerlukan katenangan:
1. Dalam suatu keadaan yang bersifat mengherankan dan mendadak.
 Lord Halifax, ayah dari menteri luar negeri lnggris yang menjabat dalam tahun 1938 mengulangi kata-kata yang berbunyi: “Apa yang terjadi selaru tak terduga-sebelumnya.”
2. Dalam menghadapi kegagalan. Supaya dapat bertahan menjadi penunggang kuda yang baik pertama-tama harus sanggup mengalami beberapa kali cidera pada tulang selangkanya. Selain itu tidak ada gunanya memukuli Iaut dengan cemeti dalam menghadapi kapal yang karam. ”Cukup|ah kalau kita menggerak-gerakkan kapal untuk manghindari karamnya kapai,” demikian pendapat Serse.
3. Dalam menghadapi delusi-delusi, Bossuet menulis sebagai berikut:
”kebahagiaan itu terdiri dari bermacam-macam bagian yang satiap kali tentu ada kekurangannya.“ Oleh sebab itu apabila -kita telah siap dalam menghadapi berbagai kemungkinan dan delusi yang tidak menyenangkan, janganlah hilang katenangan kita.

Bagaimana cara memperoleh dan mempertahankan ketenangan yang begitu berharga, dan yang mudah terancam itu? Terutama kita jangan mempercayai gerakemosi pertama baik yang teriadi pada d1rik|ta maupun yang terjadi pada diri anak didik. Oleh karena itu renungkan kata-kata Fenelon yang berbunyi: “Jangan suka menanggapi gerak emosi yang terjadi baik pada diri anak didik maupun yang terjadi pada dirimu sendiri” Apabila engkau bertindak pada saat gerak emosi yang pertama maka ia tidak mempunyai kesempatan untuk mengenal kesalahannya, mengatasi gerak emosinya, dan tidak merasakan perlunya safan-saran yang balk. Tmdakan tersebut justru menyebabkan seorang pefldldlk t|dak mendapatkan penghargaan Yang semestinya, dan justru dianggap sebagai suatu humor yang dapat merosotkan kewibawaannya. Oleh karana itu kita harus menunjukkan banwa kita selalu dapat menguasai diri, terutama dengan cara selalu bersikap sabar.

Disamping itu kita hendaknya selalu membiasakan diri untuk menunggu adanya perbuatan yang sudah terbukti keliru. Dengan demikian kita tldak akan terjerumus ke dalam tindakan-tindakan yang tidak lazim di dalam manghadapi kejadian-kejadian yang tak di sangka-sangka. Oleh karena itu kita harus selalu bertindak hati-hati dan bijaksana sehingga kita bisa mempertahankan sikap yang tetap tenang. Bersikaplah dengan penampilan wajah yang cerah, dan penuh senyuman. Apabila kemarahan itu mengancam untuk dicetuskan kita harus menantinya sampai reda.

Pada waktu perang dunia ke ll terdapat tulisan di ruang pertemuan tentara Paman sam yang berbunyi: ”Apabila engkau terpaksa bersumpah, nyatakaniah dalam bentuk tertulis” "Memang demikianlah yang sebenarnya. ”Barang siapa berusaha untuk mawas diri, berarti ia telah menaruh berangus pada amarahnya.”

Selain itu ada beberapa kunci untuk bisa mendapatkan ketenangan hati diantaranya :
  1. Mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa, ini memang cara yang paling ampuh dari semua cara yang ada. karena hakekatnya kita harus selalu merasa dekat dengan sang pencipta. dialah yang mengatur apa yang ada didunia ini. sadarlah bahwa dengan mendekatkan diri maka hati akan selalu tenang.
  2. Positif Thinking, jangan biarkan pikiran kita dimasuki dengan sugesti -seguesti buruk yang belum terjadi. ini hanyalah bisikan-bisikan mahkluk lain yang ingin membuat hati kita tidak tenang. percayalah, jika yang kau pikirkan belum terjadi maka itu masih berada jauh disana. berikan hal positif kepada apa yang ingin kita capai.
  3. Jangan mengingat burknya masa lalu, dalam hal ini masalah yang pernah kita rasakan dimasa lalu sering membayangi pikiran. tetapi secara logis, semuanya sudah tidak ada lagi, yang ada hanyalah sekarang dan hari esok. apakah anda mau berada ditempat yang sama. berikan yang terbaik, untuk selalu optimis terhadap hari esok. ini akan membangun ketenangan dalam jiwa.
  4. Buanglah dendam yang ada dihati, ibaratnya dendam adalah racun yang ada didalam hati manusia. kalau kita selalu dendam, maka racun akan selalu ada dalam diri kita. dan ini akan menghancurkan tubuh kita. buanglah semua dendam yang ada, biarkanlah sang pencipta membalas semua yang pernah orang lakukan pada kita. ketenangan sejati ketika kita bisa ikhlas untuk membuang semua dendam dalam hati.
  5. Jangan takut dengan hari esok, ingatlah hari yang murni adalah hari esok. dimana anda bisa menjadi orang yang berguna atau seperti terlahir kembali dihari esok. jika hari ini anda salah, maka hari esok pastikan tidak mengulanginya. jika hari ini kita tidak tenang, maka esook hari pasti kita akan memiliki ketenangan.
Dalam sekolah, seorang guru yang tenang pasti akan dihargai oleh siswanya. ini akan menimbulkan kewibawaan terhadap sikapnya.  ketengan pada guru, menghasilkan proses belajar mengajar yang berkualitas. mengapa ?

Sering kali terdapat beberapa sifat guru yang gugup, atau terkadang tergesa-gesa kepada muridnya. murid akan tertekan jika kita tidak tenang, apalagi memberikan tuntutan yang harus selalu terburu-buru. kualitas tidak akan ada, jika murid melakukan hal yang buru-buru atau tergesa-gesa. maka dari itu, ketenangan yang ada pada diri kita, baiknya dapat diaplikasikan. agar semua murid yang ada juga bisa merasakan ketenangan yang sama pada diri kita.


0 Response to "KETENANGAN GURU"