Persiapan Inti Menjadi Guru



Seorang pendidik harus mempersiapkan dengan teliti pekerjaan yang akan dijalankannya kalau ia mamang banar-benar mau barkecimpung dalam bidang pengajaran, salah satunya menjadi seorang guru disekolah. Persiapan semacam itu dilakukan dalam -tiga tahap, yaitu:

Persiapan Jangka Panjang

.Persiapan untuk jangka panjang pada umumnya terletak dalam bidang sosial budaya, dan di dalam hal ini seorang pendidik betul-betul dituntut untuk manguasai materinya. Seorang pendidik yang banar-benar baik harus mamiliki pengetahuan yang all round, bila tidak prestige (kepopuleran) dan pangaruhnya akan manurun, dan pengajarannya pun menjadi dangkal dan miskin. Pada umumnya bidang sosial budaya membuka prospektif yang luas bagi barmacam-macam panggilan hidup.
Seorang pendidik yang benar-benar baik harus dapat manarik manfaat dari apa yang dibacanya, didengarnya, dan di lihatnya guna memperluas serta memperdalam pengetahuannya. Elizabeth Lesseur mangatakan bahwa ”suatu jiwa yang terbina, akan mampu mambina dunia. 
Seorang dosen Arsitektur Universitas Haluoleo, Kendari, La Ode Abdul Syukur - pernah mengatakan kepada saya , jika kau ingin menjadi seorang arsitek, maka gunakanlah matamu untuk memandang sekitarmu hingga mendapatkan ide. ini menjelaskan pada kita, bahwa ilmu yang akan selalu ada dikeseharian kita adalah apa yang bisa kita rasakan di sekeliling kita setiap harinya.

Persiapan Jangka Pendek 

Persiapan jangka pendak menuntut si pendidik untuk berpegang dangan sebaik-baiknya pada aliran-aliran yang up to date menurut kompetensinya masing-masing. Hal ini dapat dilakukan malalui bacaan-bacaan yang tarbaik yang berisi tantang 'suatu argumentasi, atau kejadian-keiadian yang mandapat perhatiannya, atau pun melalui metode-matode yang baru, dan sebagainya. Kita jangan bartindak saparti orang yang karas kapala, yang menolak untuk manarima dokuman-dokumen yang baru. Kita satiap tahun justru harus salalu memodarnisir contoh-contoh yang handak kita berikan pada anak didik. Ada seorang maha guru yang membakar berkas-berkasnya setiap tahun dangan tuiuan untuk menguku hkan niatnya manjadi orang yang selalu up to data. Kita tidak perlu demikian, yang panting kita selalu berjiwa up to date.

Persiapan Langsung 

Akhirnya kita setiap kali harus mangadakan persiapan langsung apabila akan memulai suatu pekerjaan, dan hal ini berlaku bagi semua usia. Disamping itu kita jangan percaya pada hal-hal yang bersifat kebetulan. Jadi, kita harus menyediakan waktu yang cukup supaya dapat manyajikan sesuatu dengan baik, dan yang bisa dipertanggungjawabkan. 

Persiapan-persiapan itu merupakan bagian inti dalam hidup kita, sebab tanpa hal itu perbuatan kita seperti sebuah pohon tanpa akar.

Berapa banyak pendidik yang baru memulai tugasnya sudah merasa payah. Hal ini terjadi karena mereka Ialai mempersiapkan program kerja tahunan, harian atau pun jadwal pengajaran. 

Suatu pelajaran yang tidak dipersiapkan terlebih dahulu tidak akan menimbulkan interes dalam diri anak didik, dan hasil yang dicapai pun tidak akan baik. Presiden Th. Roosevelt mengatakan bahwa ”sukses itu ditimbulkan oleh inspirasi 10% dan transpirasi 90%.

Kita tidak boleh percaya pada "lampu penarangan genius” kita. Newton mengatakan bahwa ia dapat manemukan hukum-hukum graviditas dengan jalan'”seIalu menimbang dan memikir”. Napoleon berkata kepada Roederer: ”Aku bekerja tanpa istirahat  ”Aku selalu siap untuk memberi jawaban kepadamu mengenai semua hal, dan selalu siap untuk menghadapi semua kejadian. Semua ini dapat kulakukan karena sebelum aku siap untuk menangani suatu kejadian, aku telah merenungkannya, dan melihat jauh  kemungkinan-kemungkinan yang bakal terjadi. Bahkan suatu kegeniusan pula yang mewahyukan improvisasi padaku, dan  Seorang pendidik yang tidak mempersiapkan terlebih da_hulu bahan pekerjaannya berarti ia telah melakukan suatu keteledoran, dan kita dapat berkata kepadanya: ”Stempelilah anak-4 didikmu dengan suatu tanda yang kosong.”
 

0 Response to "Persiapan Inti Menjadi Guru"