Tidak Di Beri Uang Jajan Ke Sekolah

Kali ini saya mau cerita kisah nyata tentang perjalanan seorang anak murid sekolah dasar. sebut saja dia Ical. Lingkungan yang bisa dibilang aman dan tentram menyelimuti kisah sehari-hari ical sang anak yang berumur 9 tahun dan masih duduk di kelas 4 SD. di besarkan oleh ke dua orang tuanya yang berprofesi sebagai pedagang kaki lima, membuat ical terlatih untuk tidak berbelanja seperti anak murid lainnya.

Setiap hari ical menempuh 1 kilometer untuk sampai disekolahnya, dengan bekal seadanya tanpa uang jajan dari orang tua. kadang ical tidak membawa bekal karena orang tuanya sudah tidak sempat memasak untuknya. namun bagi ical itu tidak lah jadi masalah. yang penting saya kesekolah "kata ical".

Sekolah tempat ical mencari ilmu, bisa dikatakan standar nasional, dimana rata-rata muridnya adalah anak para pejabat dan jutawan. suasana yang harus dirasakan ical adalah, melihat teman-temannya yang diberi uang jajan ke sekolah untuk membeli makanan serta perlengkapan alat tulis yang memadai. antar jemput sekolah oleh orang tua juga tidak dirasakan ical. namun itu semua adalah bumbu hidup baginya. dengan pesan dari orang tua untuk pergi sekolah supaya bisa jadi Dokter menjadi semangat ical.

Rata-rata di Kota Anak kelas 4 SD masih dimanja oleh orang tua. dengan kata lain, di beri kesenangan dan tidak di biarkan merasakan artinya susah. namun pada ical ini tidak diterapkan sama sekali oleh orang tuanya. latihan fisik dan mental adalah makanan ical sehari-hari. kedisiplinan yang selalu terjaga akibat harus membantu orang tua jika sudah pulang sekolah. subuh-subuh sudah bangun beribadah bersama keluarga dan setelahnya menyiapkan barang dagangan orang tuanya.

Tak dirasa sikap orang dewasa tumbuh pada anak usia 4 tahun. dan dia masih tetap berdiri tegak. mengerti apa itu susah dan bagaimana menghadapi susah. dan mengetahui kebahagiaan itu seperti apa.

Pernah suatu saat, ical belum sarapan kesekolah. setelah beberapa saat disekolah, dia langsung merasa sangat kelapatan dan tidak tahu harus makan apa. namun dengan jiwa yang sudah terbiasa kerja keras, membuat ical harus melakukan sesuatu. maka ia pun pergi kekantin sekolah, dan meminta pekerjaan pada ibu kantin, untuk di jadikan bayaran terhadap apa yang ingin ia makan sebagai penghilang kelaparannya. 

Kadang kala ical menawarkan jasa untuk mengerjakan tugas temannya, lalu meminta sedikit upah untuk jajan. selain itu pekerjaan seperti menyalin sebuah cerita dsb - adalah peluang untuk ical mendapatkan jajan disekolah dari teman-temannya

Bukannya orang tua ical ingin melatihnya untuk tidak merasakan uang jajan, melainkan keadaan finansial yang tidak membebaskan mereka untuk memberikan jajan. dalam artian, anak-anak sd adalah anak yang masih dalam tahap perkembangan. yang di takutkan jika ical terbiasa untuk jajan, maka akan selalu ingin jajan. jadi orang tuanya harus membiasakan tidak jajan agar ical bisa tahu nikmatnya jajan ketika diberi saat-saat tertentu.

Kesimpulan :

Dengan cerita diatas. mengajarkan kita bahwa sikap pendidik yang mengajarkan anaknya tentang apa itu susah, lebih baik dari apa itu kesenangan. bukan dalam konteks, menyiksa. tapi disini kita berbicara tentang tidak memanjakan anak untuk berbelanja. ini akan mengajarkan mereka apa itu artinya kenikmatan jika, sebelumnya ada jarak untuk menempuh kenikmatan itu. bukan tidak memberi jarak, sehingga apa permintaan anak selalu di turuti. ini malah membuat watak anak bisa jadi tidak baik di masa depannya.

0 Response to "Tidak Di Beri Uang Jajan Ke Sekolah"