Memahami Sistem Pemerintahan Kerajaan Bali

Kali ini saya akan mengulas tentang Sistem Pemerintahan Kerajaan Bali. Jika ketika membahas sebuah kerajaan maka pasti sistem pemerintahan yang dianutnya adalah sistem pemerintahan monarki. Kenapa? Karena sistem ini menjadikan raja sebagai seorang pemimpin hingga akhir hayatnya. Sistem ini berlaku juga terhadap kerajaan Bali. Berikut ini merupakan raja-raja yang memerintah Kerajaan Bali, yang merupakan sumber sejarah kerajaan bali.

Memahami Sistem Pemerintahan Kerajaan Bali

Tahun 882M – 914 M Raja Shri Kesari Warmadewa

Raja pertama di Bali adalah Shri Kesari Warmadewa nama ini mempunyai makna Yang Mulia Pelindung Kerajaan Singha. Kerajaan Shri Warmadewa datang ke Bali pada akhir abad ke-9 atau awal abad ke-10, beliau berasal dari Kerajaan Sriwijaya. Sebelumnya pendahulu raja Shri Kesari telah men taklukan kerajaan Tarumanegara dan Kalingga. Persaingan dua kerajaan antara Mataram dan kerajaan Sriwijaya ini terus berlanjut hingga ke Bali.

Didalam sebuah kitab kuna yang bernama “Raja Purana”, menyebutkan seorang raja di Bali yang bernama Shri Wira Dalem Kesari hal ini juga dapat pada piagam yang berada di Pura Belanjong di Desa Sanur, Denpasar, Bali. Adanya piagam tersebut menunjukkan bahwa Shri Wira Dalem Kesari adalah Shri Kesari Warmadewa. Beliau memerintah kerajaan Bali sekitar tahun 882 Masehi hingga 914 Masehi. Seperti yang di sebutkan pada prasasti-prasasti yang kini masih tersimpan di desa Sukawana, Bebetin, Terunyan, Bangli, Angasari dan Goblek.

Raja Shri mendirikan istana pertama kali dilingkungan desa Besakih, yang bernama Singhadwala atau Singhamandawa. Beliau sangat tekun beribadat. Pada masa pemerintahan Raja Shri Wira penduduk Pulau Bali merasa aman, damai , tentram dan makmur. Kebudayaan berkembang sangat pesat pada saat itu. Baginda juga memperbesar dan memperluas Pura Penataran Besakih, yang ketika itu bentuknya masih sangat sederhana. Kemegahan dan Keindahan Pura Besakih hingga sekarang tetap dikagumi oleh dunia.

Tahun 915 M – 942 M. Raja Shri Ugrasena

Setelah pemerintahan Sri Kesari Warmadewa berakhir, selanjutnya adalah seorang Raja bernama Sri Ugrasena yang memerintah Kerajaan di Bali. Walaupun di nama Baginda raja tidak menggunakan gelar Warmadewa namun dapat dipastikan, bahwa baginda adalah putra Sri Kesari Warmadewa. Hal itu dapat dilihat dari dalam prasasti-prasasti (antara lain Prasasti Srokadan) yang dibuat pada waktu beliau memerintah yakni dari tahun 915 M sampai dengan 942 M. Dengan pusat pemerintahan yang masih tetap di Singha-Mandawa yang terletak di sekitar desa Besakih.

Tahun 943 M- 961M. Raja Shri Tabanendra Warmadewa

Baginda raja Sri Tabanendra Warmadewa yang berkuasa di Bali adalah raja yang ke tiga dari keturunan Sri Kesari Warmadewa. Baginda adalah seorang putra dari Sri Ugrasena, yang mewarisi kerajaan Singhamandawa. Istri Baginda berasal dari Jawa, adalah seorang putri dari Baginda Raja Mpu Sendok yang menguasai Jawa Timur. Selanjutnya raja-raja yang memimpin adalah;
  • 961M – 975M Shri Candrabhaya Singha Warmade
  • 975M – 983M Shri Janasadhu Warmadewa
  • 983M – 989M Shri Maharaja Sriwijaya Mahadewi
  • 989M – 1011M Shri Udayana Warmadewa (Dharmodayana Warmadewa) – Gunaprya Dharmapatni
  • Shri Udayana Warmadewa, menurunkan tiga putra:
  • 1. Airlangga
  • 2. Marakata
  • 3. Anak Wungsu
Pada masa raja Udayana ini pemerintahan jadi makmur. Maka dari itu nama Raja Udayana ada hingga saat ini. Terlihat adanya Universitas Udayana. Selainitu ketiga anak dari Raja Udayana juga menjadi Raja-raja yang besar.

Anak pertama Raja Udayana adalah pangeran Airlangga. Namun Airlangga tidak memerintah di Bali, ia menjadi raja di Jawa Timur. Anak raja Udayana yang memerintah kerajaan Bali adalah Marakata memerintah dari tahun 1011 M-1022 M.

Marakata adalah seorang raja yang sangat mem pedulikan kehidupan rakyatnya. Sehingga beliau sangat dicintai dan dihormati oleh rakyatnya. Bukan itu saja untuk kepentingan peribadatan, beliau membangun sebuah prasada yang berada di Gunung Kawi daerah Tampak Siring, Bali. Kemudian Raja Marakata digantikan oleh adiknya yang bernama Anak Wungsu, yang memerintah dari tahun 1049-1077.

Pada masa pemerintahan anak wungsu, keadaan Kerajaan bali juga sangat aman dan tenteram. Rakyat hidup dengan bercocok tanam dan memelihara hewan. Sayangnya, Anak Wungsu tidak memiliki anak dari permaisurinya. Beliau meninggal pada tahun 1077 M dan didharmakan di gunung Kawi dekat Tampak Siring.
  • 1011M – 1022M Shri Adnyadewi / Dharmawangsa Wardhana
  • 1022M – 1025M Shri Dharmawangsa Wardhana Marakatapangkaja
  • 1049M – 1077M Anak Wungsu
  • 1079M – 1088M Shri Walaprabu
  • 1088M – 1098M Shri Sakalendukirana
  • 1115M – 1119M Shri Suradhipa
Yang pasti bakal temui di sistem pemerintahan monarki adalah Raja dapat mengambil keputusan sendiri, keputusan tertinggi berada di raja. tetapi untuk permasalahan yang penting raja masih meminta pendapat kepada Pakira-kiran Ijero Makabaihan. masalah-masalah yang biasa di diskusikan misalnya pengaturan keamanan dan pertahanan kerajaan. Lalu perintah perang. Kemudian penetapan pajak, pemberian hukuman mati dan pengangkatan pejabat.

Penyelenggara Pemerintahan di Pusat Kerajaan dilaksanakan oleh pegawai-pegawai yang dinamakan : Nayaka, Ser, dan Samgat. kemudian Panglima Perang disebut : Rakyan. Penyelenggara Pemerintahan di Sub-Wilayah adalah Senapati.

Baca juga : Sistem Kerajaan Sriwijaya

0 Response to "Memahami Sistem Pemerintahan Kerajaan Bali"