Mengulas Sejarah Sistem Pemerintahan Kerajaan Kediri

Sistem Pemerintahan Kerajaan Kediri – Kerajaan Kadiri atau Kerajaan Kediri adalah kerajaan besar yang ada di Jawa Timur, yang mana berdiri sekitar abad ke 12. Pusat dari Kerajaan Kediri sendiri berada di tepi sungai Brantas yang pada saat itu menjadi sebuah jalur penyebrangan dan pelayaran yang sangat ramai. Dulunya kerajaan ini merupakan bagian dari Kerajaan Mataram Kuno.

Dalam masanya Kerajaan Kediri sendiri dipimpin oleh para raja-raja besar. Sistem pemerintahan kerajaan juga terjadi beberapa kali pergantian kekuasaan. Tercatat ada 6 masa pemerintahan yang terjadi di Kerajaan Kediri. Berikut nama-nama raja yang pernah bernaung dalam kekuasaannya meminpin rakyat Kediri pada masa itu. Berikut ulasan sejarah sistem pemerintahan Kerajaan Kediri.

Sistem Pemerintahan Kerajaan Kediri


Pada tahun 963 M, Airlangga yang merupakan pendiri Kerajaan Kediri, memerintahkan untuk membagi kerajaan menjadi dua bagian. Saat itu pembagian dilakukan oleh seorang Brahmana yang sangat terkenal akan kesaktiannya yang bernama Mpu Bharada. Dimana Mpu Bharada melakukan tugasnya dengan membagi kerajaan menjadi dua bagian. Kerajaan pertama dikenal dengan Kerajaan Jenggala (Kahuripan) dan kerajaan kedua bernama Kerajaan Panjalu (Kediri).

Meskipun Kerajaan Kediri terpecah menjadi dua bagian, namun kejayaannya tetap terjaga. Kerajaan tetap hidup makmur dan subur dengan hasil pangan yang melimpah. Namun sayangnya diatas kejayaan kerajaan ini tetap terjadi perselisihan dalam memperebutkan tahta setelah Raja Airlangga wafat pada tahun 1049.

Dalam perkembangannya tersebut Kerajaan Panjalu (Kediri) yang beribukota di Daha semakin menapaki kesuksesaanya. Namun hal ini berbanding terbalik dengan Kerajaan Jenggala yang konon pada masa itu terjadi perang saudara antara Kerajaan Jenggala dengan Kejaraan Panjalu (Kediri), yang mana perseteruan tersebut dimenangkan oleh Kerajaan Panjaulu. Hingga kerajaan dipersatukan kembali dibawah kekuasaan Kerajaan Kediri.

Inilah Nama-Nama Raja yang Pernah Berkuasa dalam Sistem Pemerintahan Kerajaan Kediri


1. Sri Jayawarsa Digyaja Shastraprabhu Jayawarsa (1104 – 1115 M)

Ia merupakan raja pertama Kediri yang bernaung sekitar tahun 1104 setelah kekuasaan kembali direbut dibawah tangan Kerajaan Kediri. Hal ini juga diperkuat dengan adanya prasasti yang berangka 1104 M. Raja Sri Jayawarsa Digyaja Shastraprabhu Jayawarsa menamakan dirinya sebagai titisan Dewa Wisnu. Dan pada saat itu kerajaan dibawah kepemipinannya.

2. Kameshwara (1115 – 1130 M)

Kameshwara merupakan raja kedua Kediri yang memiliki gelar Sri Maharajarake Sirikan Sri Kameshwara Sakalabhuwana Tushtikarana Sarwaniwaryawirya Parakrama Digjayo Tunggadewa. Ia memerintah Kerajaan Kediri selama 15 tahun, yang mana dipuji sebagai titisan Dewa Kama. Lencana kerajaan yang berupa sebuah tengkorak yang bertaring disebut sebagai Candrakapala.
Didalam masa pemerintahan Kameshwara, Mpu Darmaja mengubah kitab Samaradana, dimana dalam kitab tersebut raja di puja layaknya Dewa Kama. Kameshwara sendiri didampingi oleh seorang Permainsuri bernama Sri Kirana yang merupakan putri dari Kerajaan Jenggala.

3. Jayabaya (1130 – 1181 M)

Jayabaya merupakan raja ketiga kediri yang bertahta setelah Raja Kameshwara. Ia mendapatkan julukan gelar sebagai Sri Mahajara Sri Kroncaryadipa Digjayo Tunggadewa atau dengan nama Sri Gandra. Seorang raja Kediri yang begitu terkenal sosoknya, ialah yang membawa Kerajaan Kediri bangkit dan berjaya dimasanya.
Terkenal akan keahliannya sebagai pemimpin politik, Jayabaya juga terkenal akan ramalannya. Dimana ramalannya dikumpulkan didalam sebuah kitab berjudul Jongko Joyoboyo. Selain dikenal sebagai raja yang ulung, Jayabaya juga dikenal memiliki sikap yang sangat merakyat dan memiliki sebuah visi kedepan untuk memajukan sistem pemerintahan Kerajaan Kediri

4. Prabu Sarwaswera

Prabu Sarwaswera merupakan raja keempat Kediri, namun tidak ada bukti prasasti yang menyebutkan berapa lama ia berkuasa. Meskipun itu, dia terkenal sebagai raja yang begitu taat dengan agama yang dianutnya. Sarwaswera memiliki prinsip tujuan hidup manusia yang berakhir adalah Mooksa atau penangguhan jiwa dengan Paramatma.

5. Prabu Kroncharyadipa

Setelah masa pemerintahan Sarwaswera lengser dari kursi pertahtaan, kemudian ia digantikan dengan Parabu Kroncharyadipa. Ia dikenal sebagai raja kelima yang memimpin Kerajaan Kediri. Tidak ada prasasti yang menyebutkan berapa lama ia memerintah Kediri dibawah kekuasaannya.
Prabu Kroncharyadipa terkenal sebagai sosok pemimpin yang adil pada masyarakatnya. Selain itu ia juga memiliki prinsip yang teguh yaitu Sad Kana Murka atau yang berarti enam macam musuh didalam diri manusia yaitu kroda (marah), kama (hawa nafsu), moha (kebingungan), loba (menang sendiri, masarya (iri hati) dan mada (pemabuk).

6. Srengga Kertajaya

Srengga Kertajaya adalah raja keenam yang berkuasa setelah Prabu Kroncharyadipa lengser dari masa kekuasaannya. Ia dikenal sebagai pemimpin Kerajaan Kediri yang begitu bekerja keras demi kemakmuran rakyat Kediri. Memiliki masyarakat yang aman dan tentram begitu ia harapkan. Tak segan-segan prinsip tersebut diabadikan lewat lukisan yang dibuat oleh Prabu Prapanca.

7. Kertajaya

Dia dikenal sebagai raja terakhir dalam sistem pemerintahan Kerajaan Kediri. Seorang raja yang begitu mulia hatinya dan sangat peduli dengan nasib rakyatnya. Kertajaya juga dikenal sebagai seorang pemimpin dengan julukan catur marga yaitu darma, kama, arta, dan moksa.
Itulah ulasan sejarah sistem pemerintahan Kerajaan Kediri dari masa ke masa hingga runtuhnya kerajaan ini. Ulasan diatas dapat menjadi penambah wawasan mengenai sejarah kerajaan Kediri dan sistem pemerintahan para rajanya.

Baca juga:

0 Response to "Mengulas Sejarah Sistem Pemerintahan Kerajaan Kediri"