Mengenal Sejarah Sistem Pemerintahan Kerajaan Mataram

Mengenal berbagai kerajaan yang pernah ada di Indonesia adalah suatu kesenangan tersendiri. Banyak hal yang bisa kita dapatkan. Salah satunya adalah mengetahui perkembangan masyarakat zaman dulu hingga sekarang mulai dari adat, budaya dan lain sebagainya. Indonesia memiliki ragam budaya dimana ini menjadi warisan leluhur yang harus dijaga. untuk kali ini, saya mau bahasa tentang "Sistem Pmerintahan Kerajaan Mataram". Bagaimana sistem pemerintahan kerajaan mataram pada waktu itu ?

Kerajaan mataram menjadi bagian dari kerajaan – kerajaan lain yang pernah ada di Indonesia. Tentu anda tidak akan asing mendengar kerajaan ini. Kebanyakan memang kerajaan di Indonesia bersifat monarkis atau secara turun temurun. Untuk lebih lengkap mengenai kerajaan mataram, anda bisa menyimak ulasan berikut.

Sejarah Kerajaan Mataram Kuno

Dulu memang terkenal kerajaan dengan sistem pemerintahan kerajaan (kepemimpinan tertinggi dipegang oleh Raja). Kerajaan mataram memberlakukan sistem ini sejak berdirinya mataram kuno di abad ke 8 sampai keruntuhannya di abad ke 11. Dari sistem ini kerajaan mataram telah dikuasai oleh beberapa pemimpin atau penguasa. Disebut – sebut kerajaan ini memiliki corak hindu budha, sistem yang ada dikenal dengan dinasti. Dari catatan prasasti yang ditemukan, kerajaan ini dibagi menjadi 2 yaitu dinasti sanjaya dan dinasti syailendra.
Sejarah sistem pemerintahan kerajaan majapahit
Kerajaan mataram merupakan kerajaan yang cukup besar jika dilihat dari bukti wilayah yang dipimpinnya. Sistem yang dipakai pada zaman itu adalah kerajaan dan ini membuat puncak tertinggi pemerintahan ada di tangan raja. Di mataram kuno memiliki sebutan raja yaitu Datu dan Sri Maharaja. Setelah wangsa Syailendra memimpin mataram, sebenarnya pemerintahan saat itu susunannya hampir sama dengan sistem pemerintahan sekarang ini.
  • Sri Maharaja
  • Rakryan Mahamantri i Hino atau Rakyan Mahapati Hino
  • Rakryan Kanuruhan
  • Mahamatri i Hino
  • Kemudian Mahamatri i Halu
  • Dan selanjutnya adalah Mahamatri i Sirikan
Waktu itu pemerintahan dikendalikan secara terpusat. Semua berada dibawah raja sebagai pemimpinnya. Sementara untuk lainnya masih dalam pendalaman. Mataram kuno sejak abad ke 9 sudah menggunakan mata uang emas dan perak. Ini sebagai transaksi dalam perdagangan.

Raja – Raja yang Pernah Berkuasa


Dari sistem pemerintahan ini, telah diketahui ada beberapa raja yang telah memerintah dan bergelar ratu atau Sri Maharaja dalam sistem pemerintahan kerajaan mataram seperti :
  1. Sanjaya sebagai pendiri kerajaan Medang dan memeerintah dari 723 M.
  2. Awal berkuasanya Wangsa Syailendra atau Rakai Panangkaran.
  3. Dharanindra atau Rakai Panunggalan.
  4. Samaragrawira atau Rakai Warak.
  5. Samaratungga yang nama lainnya aadalah Rakai Garung.
  6. Rakai Pikatan yang merupakan suami dari Pramodawardhani. Ini merupakan awal kebangkitan dari wangsa sanjaya 840 M.
  7. Yang mulai berkuasa di 856 M hingga 880 M yakni Rakai Kayuwangi atau Dyah Lokapaala.
  8. Rakai Watuhumalang
  9. Rakai Watukura Dyah Belitung
  10. Mpu Daksa
  11. Rakai Layang Dyah Tulodong
  12. Rakai Sumbah Dyah Waw
Sistem pemerintahan kerajaan mataram tercatat bahwa sebelum sanjaya berkuasa di Mataram Kuno, Jawa sudah adanya seorang raja yang bernama Sanna. Setelah ia memimpin, ia digantikan oleh Sanjaya yang merupakan putra Sanaha. Ini terlihat pada prasasti Canggal yang menunjukkan tahun 732 M. Sanaha merupakan saudara perempuan dari Sanna.
Sistem pemerintahan kerajaan Sriwijaya
Disebut pula bahwa Dapunta Syailendra beragama Hindu yang diperkirakana berasal dari Sriwijaya dan menurunkan dinasti syailendra yang berkuasa di Jawa bagian tengah. Hal ini tersebut dalam prasasti sojomerto. Prasastinya ditemukan di Desa Sojomerto Kabupaten Batang. Menurut perkiraan para ahli, Dapunta Syailendra lah yang menurunkan Sanna sebagai raja yang berada di Jawa.

Sanjaya berkuasa memerintah Kerajaan Mataram Kuno di tahun 717 – 780 M. Ia melanjutkan kekuasaan Sanna yang kemudian melakukan penaklukkan kepada raja – raja kecil yang merupakan bawahan Sanna. Mereka melepaskan diri dimana setelah itu tahun 732 M raja Sanjaya membuat bangunan suci sebagai tempat pemujaan.

Daerah Kekuasaan Mataram yang Bertambah Luas


Kerajaan Mataram Kuno memiliki daerah kekuasaan yang bertambah luas. Kehidupan agama di tengah masyarakat juga berkembang pesat waktu itu di tahu 856. Rakai Pikatan pun turun tahta yang kemudian digantikan oleh Kayuwangi atau dikenal sebagai Dyah Lokapala. Ia digantikan oleh Dyah Baltung yang merupakan raja terbesar waktu itu.

Pada masa pemerintahan balitung lah bidang – bidang politik, pemerintahan, ekonomi dan juga agama serta kebudayaan mengalami kemajuan. Ia bahkan membangun candi prambanan sebagai candi yang anggun, megah dan berrelief indah. Setelah itu, Balitung mulai mundur dimaan raja yang berkuasa menjadi Daksa, Tulodong dan juga Wawa. Diketahui bahwa bencana alam dan ancaman dari musuh dalam hal ini adlaah kerajaan Sriwijaya menjadi faktor yang menyebabkan kemunduran dari Mataram Kuno.

Baca juga :

Itulah kilas balik atau sepenggal ulasan mengenai sistem pemerintahan kerajaan mataram yang menjadi bagian dari sejarah Indonesia. Karena negara kita terbentuk dengan banyak cerita maka tidak ada salahnya untuk mengetahui apa yang terjadi sebelum negara kita menjadi satu kesatuan dalam pemerintahan presiden atau menjadi republik.

Mengenal Sejarah Sistem Pemerintahan Kerajaan Mataram